- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa ITS Ciptakan Bahan Pengikat Limbah Racun
Pendidikan
Mahasiswa ITS Ciptakan Bahan Pengikat Limbah Racun
Selasa, 06 Des 2016 10:36
JAKARTA-Jika biasanya lumpur dianggap benda kotor dan berbau tak sedap. Namun tidak di mata Yulinar Dw Nur Azizah. Mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu justru berhasil mengolah lumpur menjadi sebuah media pengikat racun (Bioabsorben) untuk limbah industri batrai.
Yulinar mengatakan bahwa lumpur yang ia gunakan merupakan lumpur limbah hasil industri penyamakan kulit. Ide itu muncul saat ia mengingat kampung halamannya di Mojokerto.
BERITA REKOMENDASI
ITS Sabet Dua Gelar Juara di Kontes Jembatan & Bangunan 2016
Mahasiswa ITS Ajak Santri Cakap Bermain & Merancang Robot
Cantik dan Pintar, Mahasiswi ITS Jadi Duta Wisata Jatim
"Di sekitaran rumah saya banyak industri penyamakan kulit dan menghasilkan limbah lumpur. Sayang kurang terolah dan termanfaatkan, padahal lumpur tersebut memiliki potensi," ucap Yulinar seperti dinukul dari laman ITS, Selasa (5/12/2016).
Setelah diteliti, lanjutnya, lumpur tersebut merupakan limbah organik yang memilki gugus fungsi dan mampu mengikat logam berat seperti kobalt, nikel, kadmiun dan seng.
"Logam berat ini biasanya banyak terkadung dalam limbah industri batrai. Mereka bersifat merusak lingkungan. Sehingga perlu ada sebuah langkah solutif untuk menanggulanginya. Karena itu kita mencoba membuat penelitian dengan ini," jelas alumnus SMAN 1 Puri ini.
Tak disangka, hasil uji coba skala lab yang dilakukan oleh Yulinar mendapat hasil yang cukup memuaskan. Dari skala efektivitas 100 persen, olahan lumpurnya ternyata mampu mengikat limbah dengan nilai di atas 90 persen. Sehingga tak heran, penelitiannya ini pun berhasil menyabet juara tiga dalam lomba Cipta Guna Limbah Nusantara di Universitas Sriwijaya tahun 2016.
Berawal dari pengalaman tersebut, Yulinar mengaku ketagihan dengan dunia tulis-menulis karya ilmiah. Bahkan ia mengaku telah memutuskan untuk menekuni bidang ini. Saat ini, ia juga memiliki rencana untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh PT Pertamina. Perempuan kelahiran 30 Juli 1996 pun mengaku sempat menyesal lantaran baru menemukan dunia penelitian di semester lima. (okezone.com)
Pendidikan
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit