Minggu, 10 Mei 2026

Pendidikan

Mahasiswa ITS Ciptakan Bahan Pengikat Limbah Racun

Selasa, 06 Des 2016 10:36
Dok ITS

JAKARTA-Jika biasanya lumpur dianggap benda kotor dan berbau tak sedap. Namun tidak di mata Yulinar Dw Nur Azizah. Mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu justru berhasil mengolah lumpur menjadi sebuah media pengikat racun (Bioabsorben) untuk limbah industri batrai.

Yulinar mengatakan bahwa lumpur yang ia gunakan merupakan lumpur limbah hasil industri penyamakan kulit. Ide itu muncul saat ia mengingat kampung halamannya di Mojokerto.

BERITA REKOMENDASI

    ITS Sabet Dua Gelar Juara di Kontes Jembatan & Bangunan 2016
    Mahasiswa ITS Ajak Santri Cakap Bermain & Merancang Robot
    Cantik dan Pintar, Mahasiswi ITS Jadi Duta Wisata Jatim

"Di sekitaran rumah saya banyak industri penyamakan kulit dan menghasilkan limbah lumpur. Sayang kurang terolah dan termanfaatkan, padahal lumpur tersebut memiliki potensi," ucap Yulinar seperti dinukul dari laman ITS, Selasa (5/12/2016).

Setelah diteliti, lanjutnya, lumpur tersebut merupakan limbah organik yang memilki gugus fungsi dan mampu mengikat logam berat seperti kobalt, nikel, kadmiun dan seng.

"Logam berat ini biasanya banyak terkadung dalam limbah industri batrai. Mereka bersifat merusak lingkungan. Sehingga perlu ada sebuah langkah solutif untuk menanggulanginya. Karena itu kita mencoba membuat penelitian dengan ini," jelas alumnus SMAN 1 Puri ini.

Tak disangka, hasil uji coba skala lab yang dilakukan oleh Yulinar mendapat hasil yang cukup memuaskan. Dari skala efektivitas 100 persen, olahan lumpurnya ternyata mampu mengikat limbah dengan nilai di atas 90 persen. Sehingga tak heran, penelitiannya ini pun berhasil menyabet juara tiga dalam lomba Cipta Guna Limbah Nusantara di Universitas Sriwijaya tahun 2016.

Berawal dari pengalaman tersebut, Yulinar mengaku ketagihan dengan dunia tulis-menulis karya ilmiah. Bahkan ia mengaku telah memutuskan untuk menekuni bidang ini. Saat ini, ia juga memiliki rencana untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh PT Pertamina. Perempuan kelahiran 30 Juli 1996 pun mengaku sempat menyesal lantaran baru menemukan dunia penelitian di semester lima. (okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:14

    DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pengerukan lumpur dan pengurasan sedimen di berbagai badan air. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air dan menjadi bagian penting dari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.