- Home
- Pendidikan
- Terkait Full Day School, ini Tanggapan DPC HIPKI Rohil
Pendidikan
Terkait Full Day School, ini Tanggapan DPC HIPKI Rohil
Laporan: Anggi Sinaga
Sabtu, 12 Nov 2016 15:02
UJUNGTANJUNG-Terkait isu rencana adanya program pemerintah melaksanakan sekolah penuh seharian (Full Day School) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan oleh Muhadjir Effendy , menurut Khoirul Azhar Ketua Himpunan Penyelenggara dan Pelatihan Kursus Indonesia ( DPC- HIPKI) Kabupaten Rokan Hilir, hal itu baik, namun perlu pengkajian lagi.
" Ini baik ,tapi saya kira penyeragaman sistem full untuk di setiap jenis sekolah itu tidak tepat," jelasnya
Menurutnya sistem pendidikan nasional yang tertuang dalam UU RI No. 20 Thn 2003 menyebutkan Satuan pendidikan itu ada tiga:
1. Pendidikan Formal,2.Pendidikan Nonformal,3. Pendidikan informal.
Nah..Pendidikan formal seperti SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi,
sedangkan Pendidikan non formal seperti Lembaga Kursus, Majlis ta'lim
dan yang lainnya , sedangkan informal adalah pendidikan keluarga.
Ketiga satuan pendidikan ini sasarannya adalah peserta didik formal itu juga, contoh Pelajar SD, juga ada kursus bahasa Inggris, pelajar SLTP, SLTA dan umum juga ada kursus komputer, bahasa inggris, otomotif dan lain lain, kalau di berlakukan sistem Full day school berarti sama saja menghilangkan sistem pendidikan Non formal.
"Karena semua pelajar disekolah tidak punya waktu lagi untuk ikut di pendidikan nonformal (life skill), berarti ini melanggar undang-undang yang sedang berlaku itu sendiri," ujarnya.
Khoirul Azhar, sebagai Ketua Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC-HIPKI) Rokan Hilir telah mendapatkan respon dari pengelola lembaga kursus se-Rokan Hilir bahkan Riau umumnya. Banyak wali murid ingin memasukan anaknya kursus pada hari minggu saja, karena di hari lain sudah penuh di sekolahan.
Contohnya siswa SD belajarnya pagi dan dilanjutkan MDA pada sore harinya. malamnya mengaji. Tentu sama sekali tidak ada luang waktu lagi untuk belajar life skill.
"Saya sangat menyayangkan sekali kalau ini di terapkan pada SLTP dan SLTA, mereka tidak akan bisa lagi mendapat pendidikan luar sekolah dilembaga kursus. padahal setiap harinya penyelenggara kursus seperti komputer selalu dipenuhi oleh siswa sekolahan mulai dari pagi untuk umum, siang, sore sampai malam untuk anak sekolahan. ini dapat di lihat di lembaga kursus Komputer LKP Alang Komputer di Ujung Tanjung Rohil," ujarnya.
Memang full school itu sudah ada diterapkan seperti di sekolah unggul, pondok pesantren, ini memang sangat cocok. Tapi ia merasa tidak diberlakukan full day school tidaklah mengurangi keberadaan siswa tidak mau belajar di tempat lain. Apalagi sekarang banyaknya faktor pendukung untuk anak bangsa harus mengisi dirinya belajar.
Banyak lembaga pendidikan kursus, dengan sudah tingginya persaingan. ini dengan tidak langsung sudah memicu anak-anak bangsa untuk terus belajar.
" Andaikan terjadi kekhawatiran penyimpangan akhlaq karena kemajuan teknologi, saya kira program Full Day School itu tidak bisa dipaksakan. Sedangkan pembentukan akhlaq tidak ada jaminannya dari sekolah saja, karena pendidikan itu ada di rumah tangga, sekolah dan lingkungan," terangnya kepada spiritriau.com sabtu (12/11) dikantor lembaga kursus "Alang Komputer " di Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih. (asg)
Pendidikan
23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan
Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala
PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia
BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K
Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban
KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs
Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis
Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r
DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pengerukan lumpur dan pengurasan sedimen di berbagai badan air. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air dan menjadi bagian penting dari