- Home
- Pendidikan
- Tiga Mahasiswa Termuda Tembus SNMPTN 2016 di Kampus Bonafide
Pendidikan
Tiga Mahasiswa Termuda Tembus SNMPTN 2016 di Kampus Bonafide
Senin, 13 Jun 2016 14:49
JAKARTA - Menjadi mahasiswa di usia relatif muda sudah bukan hal yang aneh lagi. Bagaimana tidak, kelas akselerasi saat ini semakin diminati para siswa. Kemampuan mereka yang di atas rata-rata pun menjadi modal tersendiri untuk dapat diterima di program studi favorit yang ada di kampus bonafide.
Berikut ini Okezone rangkum beberapa mahasiswa termuda yang mampu diterima di perguruan tinggi ternama di Tanah Air, baru-baru ini.
1. Syarifah Salsabila
Gadis yang akrab disapa Sabila ini merupakan mahasiswa baru pada program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair). Saat diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016, Sabila masih berusia 14 tahun.
Dara kelahiran 30 Juli 2001 itu memulai pendidikan formalnya di usia kurang dari lima tahun. Lulus SD, Sabila pun meneruskan studi di SMP dan SMA melalui kelas percepatan. Sabila kemudian lulus dari Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Amanatul Ummah Surabaya.
Selain unggul di bidang akademis, Sabila juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti simulasi cerdas cermat dan Tari Saman. Bahkan, Sabila telah menghafal lima juz Alquran. Dia pernah menjadi juara satu pada kompetisi perlombaan MTQ cabang tahfidz quran yang diadakan Yayasan Ammanatul Ummah.
2. Rania Tasya Ifadah
Rania resmi diterima sebagai mahasiswa kedokteran Universitas Airlangga (Unair) setelah lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Hebatnya, usianya masih sangat belia, yakni 15 tahun.
Sejak di bangku sekolah dasar hingga SMA, Alumnus SMAN 3 Semarang itu selalu menempati 10 besar di kelasnya. Bahkan, pendidikan SMP dan SMAN ditempuhnya pada kelas akselerasi. Meski usianya lebih muda dibandingkan dengan mahasiswa baru lainnya, Rania siap bersaing dan menempuh studi di Fakultas Kedokteran.
3. Hazel Faras Alhafiz
Meski masih 15 tahun, Hazel Faras Alhafiz mampu diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui jalur undangan atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Cowok asal Padang itu mengaku, mengikuti kelas percepatan sejak duduk di bangku SD dan SMA.
Alumnus SMAN 1 Padang tersebut mengungkapkan, memilih Kedokteran Unpad lantaran tawaran kuliah gratis di sana. Dengan capaian tersebut, Hazel mampu mematahkan anggapan bahwa siswa dari luar Jawa susah masuk FK Unpad. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh