Peristiwa
Australia Selidiki Pemotongan Sapi yang Dianggap Melanggar Aturan di Medan
detik.com
Kamis, 12 Sep 2019 14:07
Tindak kekejaman dalam proses pemotongan hewan di Indonesia terhadap ternak dari Australia kembali menjadi pemberitaan di Australia.
Hal ini sekarang sedang diselidiki oleh Departemen Pertanian, setelah munculnya rekaman bahwa empat ekor sapi yang diperkirakan berasal dari Northern Territory diseret dengan tali, dan dipotong tanpa dimatikejutkan dengan listrik terlebih dahulu
Pemotongan tersebut terjadi di Hari Raya Kurban Idul Adha yang dilakukan di sebuah parkiran di dekat sebuah masjid di Medan Sumatera Utara.
Lembaga Animals Australia telah mengirim nota laporan kepada Departemen Pertanian Australia mengenai pelanggaran cara pemotongan hewan yang benar, tertanggal 13 Agustus 2019.
Sejak adanya pelarangan impor ternak hidup di tahun 2011, mereka yang terlibat dalam industri pengiriman ternak ke luar negeri harus mengikuti petunjuk yang disebut sebagai Sistem Jaminan Pasokan Eskpor (ESCAS) sehingga mulai dari peternak asal sampai ke tempat pemotongan semua pihak mematuhi petunjuk yang ada dalam tata cara pemotongan hewan.
Perusahaan yang berada di Perth (Australia Barat) yang melakukan ekspor ternak tersebut, International Livestock Exports (ILE) telah menghentikan sementara pengiriman ke fasilitas pemotongan hewan di Indonesia, sampai penyelidikan oleh Departemen Pertanian selesai.
ILE mengatakan dalam sebuah pernyataan 'orang yang bertanggung jawab atas tindakan tidak benar terhadap hewan tersebut telah diberhentikan."
ILE mengatakan mengetahui insiden tersebut tanggal 14 Agustus, dan mengirim laporan sementara tanggal 28 Agustus dan akan mengeluarkan laporan akhir tanggal 13 September.
"Kami sangat prihatin bahwa ternak asal Australia kembali menjadi sasaran pemotongan kejam yang tertangkap basah di Indonesia, dan satu-satunya alasan mengapa diketahui umum karena adanya tindakan yang dilakukan LSM." kata Animals Australia.
"ESCAS dibuat untuk mencegah tindakan seperti ini."
"Fakta bahwa ini masih terjadi menunjukkan masalah dengan ekspor ternak dan tidak mungkin melakukan pengawasan mengenai bagaimana ternak itu diperlakukan."
Ketika dihubungi oleh ABC, Departemen Pertanian Australia mengatakan mereka tidak memberikan komentar mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung.
sumber: detik.com
Peristiwa
Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan
PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang
Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan
Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia
JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna
Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan
JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil
Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara