Bagian Tubuh Remaja Yang Tewas Diterkam Harimau Ditemukan
Admin
Rabu, 01 Sep 2021 08:56
PEKANBARU - Polres Siak dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menemukan bagian tubuh remaja yang tewas diterkam harimau di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (31/8/2021).
Sebelumnya, seorang remaja berinisial MA (15) tewas dimangsa harimau.
Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto mengatakan, bagian tubuh korban ditemukan di hutan akasia.
"Ditemukan sekitar 15 meter dari lokasi penemuan jasad korban. Sekitar 250 meter dari serangan pertama harimau kepada korban," kata Gunar saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Mahfud menjelaskan, tengkorak ditemukan saat tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita yakin itu dimakan hewan, tapi hewannya apa kita belum tahu, apakah harimau atau bukan," kata Mahfud.
Diberitakan sebelumnya, seorang remaja laki-laki tewas diterkam hewan buas dilindungi itu.
Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mahfud ketika dikonfirmasi membenarkan konflik hewan dan manusia ini. Korban diserang harimau di dekat pondok tempat tinggalnya.
Setelah diterkam, tubuh korban dibawa ke dalam hutan.
BBKSDA meminta masyarakat di sekitar lokasi serangan untuk tetap waspada. Masyarakat juga diimbau agar tidak menyerang satwa dilindungi tersebut.
Harimau sumatera sebelumnya sempat beberapa kali muncul di permukiman warga Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Harimau sempat menerkam ternak ayam dan kambing milik warga. Bahkan, harimau juga sempat menyerang seorang pria pencari kayu di dalam hutan pada Juli 2021 lalu.
Peritiwa Penyerangan
Seorang remaja berusia 13 tahun meninggal dunia diterkam Harimau Sumatera, Minggu (29/8/2021).
Korban diseret si belang yang berukuran besar pada Minggu sekira pukul 19.00 WIB di perkebunan sawit PT Sawit Uniseraya, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Saat kejadian, korban sedang berada di luar rumah di areal perkebunan PT Sawit Uniseraya.
Tiba-tiba datang Harimau Sumatra yang langsung menerkam dan menyeret korban yang sedang berdiri.
Korban bernama Malta Alfarel Nduru diketahui tinggal di perkebunan tersebut karena ayahnya Rustam merupakan karyawan perusahaan tersebut.
“Warga mencari korban malam itu juga, kemudian korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia dengan kondisi luka yang mengenaskan,” kata Camat Sungai Apit Wahyudi.
Awalnya Rustam dan anaknya (korban) sedang memperbaiki mesin Genset mesin camp PT Uniseraya.
Sebab mesin Genset di camp itu rusak.
Saat Rustam sedang sibuk memperbaiki mesin genset, korban meminta izin kepada ayahnya untuk pergi ke pelabuhan.
Maksudnya untuk mencari jaringan Ponsel, sebab di dekat camp tinggal korban tidak terdapat jaringan seluler.
Setelah beberapa saat, anaknya belum juga kembali dari pelabuhan.
Rustam gusar dan memangil- manggil anaknya tersebut sambil menyusul ke arah pinggiran sungai.
Saat itu, kondisi lampu camp masih padam.
“Rustam pergi mencari anaknya ke pinggir sungai dan setelah berjalan sekitar 150 meter, ia hanya menemukan Ponsel milik anaknya tergelatak di tanah,” kata dia.
Firasat Rustam mulai berbeda. Apalagi ia melihat bercak darah yang berserakan di tanah dan bekas seretan menuju ke dalaman hutan.
“Rustam berlari ke camp sambil berteriak meminta tolong, kemudian rekan-rekan kerja PT Uniseraya datang bersama-sama untuk mencari korban,” kata dia.
Sebelum korban ditemukan, masyarakat telah menduga korban dimangsa binatang buas, yakni diterkam Harimau.