Peristiwa
Mayat Termutilasi Ditemukan di Malang, Secarik Kertas Jadi Barang Bukti
Rabu, 15 Mei 2019 10:15
Penemuan mayat ini berawal dari salah satu pedagang pasar yang mengeluhkan bau busuk kepada petugas keamanan pasar. Setelah ditelusuri ternyata bau tersebut berasal dari kolong yang bersebelahan dengan tangga di ujung utara timur area parkir. Ketika didekati, ternyata ditemukan potongan kaki dan tidak jauh jaraknya ditemukan bagian tangan.
"Yang melaporkan pertama pedagang, kepada satpam pasar karena mengeluh ada bau busuk. Pedagang itu punya kios tepat di bawah potongan tubuh yang ditemukan," ungkap Abdul Kholik, petugas Wantib Dinas Perdagangan Kota Malang kepada detikcom di lokasi.
Dikatakan, jika laporan awal diterima satpam sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah melihat adanya potongan kaki, satpam langsung melaporkan ke polisi. "Kemudian polisi datang, kami tidak tahu itu mayat dengan nama siapa. Karena tidak ditemukan identitasnya," terang Kholik.
Sekitar pukul 15.01 WIB, polisi bersama relawan mengevakuasi potongan tubuh yang ditemukan dan langsung dibawa ke kamar jenazah rumah sakit dr Saiful Anwar ( (RSSA).
Informasi yang dihimpun detikcom, bagian kedua kaki dan tangan ditemukan pada ruang kosong di sisi timur tangga menuju lantai 2 Matahari. Sementara bagian kepala berada terpisah. Bagian-bagian tubuh itu bisa tertuju dari tiga bungkus tas plastik yang berada di atasnya.
"Ada tiga warna kresek yakni putih menunjukkan keberadaan kepala, dan kresek warna hitam menunjukkan lokasi tangan serta kaki, serta kresek warna kuning berisi potongan daging," kata Agus Andik Mardiko, relawan yang ikut mengevakuasi potongan tubuh kepada wartawan di lokasi.
Secarik kertas berisi tulisan tangan ditemukan di lokasi penemuan mayat. Kertas tersebut diamankan polisi sebagai barang bukti. Ada dugaan tulisan tangan dibuat oleh pelaku.
"Ditemukan juga selembar kertas dengan tulisan tangan di TKP. Ada kalimat sedikit jelas tertulis Innalillahi," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada wartawan di lokasi.
Petunjuk ini terungkap di sela proses identifikasi jasad beserta potongan tubuh di kamar jenazah RSSA, Kota Malang. Dalam waktu bersamaan itu, polisi tengah berupaya mengidentifikasi korban dengan meneliti sidik jari korban.
"Ada tato di bagian telapaknya, bagian kanan tertulis Sugeng, sementara bagian telapak satunya bertulis Wahyu yang kami terima di gereja bersama keluarga," sebut Ragil, relawan yang membantu proses identifikasi jenazah.
Pihak kepolisian belum dapat mengungkap identitas korban melalui identifikasi sidik jari. Bagian kulit yang telah mengering membuat pengungkapan memakan waktu lama. Mayat sudah mengeluarkan bau busuk menyengat ini diyakini meninggal tiga sampai empat hari lalu.
Peristiwa
Perbatasan Ceuta Jebol, Spanyol Kerahkan Pasukan Militer
JAKARTA - Ribuan migran terpantau memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Massa yang terdiri dari pria muda, wanita, dan anak-anak ini berhasil melewati perbatasan laut maupun darat d
Kemhan Matangkan Rencana Gelombang Kedua Diklat SPPI
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan pelaksanaan gelombang kedua Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sekretaris Jenderal Kementerian
Bupati Herman Ajak KKSS, IWSS dan IPSS Inhil Perkuat Sinergi Bangun Daerah Usai Pelantikan Pengurus Baru
INDRAGIRI HILIR-Kepengurusan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS), dan Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Kabupaten Indragir
Ikhlas, Keluarga Minta Penyelidikan Kematian Pria di Pekanbaru Dihentikan
PEKANBARU-Penyelidikan Kasus Willy, pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di jalan Achmad Yani, Pekanbaru akhirnya dihentikan pihak kepolisian. Penghentian ini merupakan permintaan dari
Pemerintah Kuansing Sampaikan Jawaban Terkait Pandangan Umum Fraksi
TELUKKUANTAN-Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuantan Singingi yang diwakili Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Muradi, M.Si menyampaian Jawaban Pemerintah atas Pandangan U