Minggu, 26 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Menengok Bocah Kelas 5 SD di Jombang yang Rawat Ibunya Sakit Stroke

Peristiwa

Menengok Bocah Kelas 5 SD di Jombang yang Rawat Ibunya Sakit Stroke

detik.com
Kamis, 12 Sep 2019 15:26
detik.com
Jombang - Umiati (46) hanya bisa terbaring di atas tempat tidur karena menderita stroke. Beruntung ia memiliki Muhammad Gunadiono, bocah kelas 5 SD yang penuh bakti merawat Umiati.

Kelumpuhan akibat stroke dialami Umiati sejak sekitar dua tahun yang lalu. Kaki dan tangannya lumpuh. Selain itu, stroke juga menyerang mulut dan matanya.

Serangan stroke dialami Umiati saat dia bekerja di Surabaya. Saat itu anak semata wayangnya Gunadiono masih duduk di bangku kelas 3 SD di Jombang. Selama ditinggal Umiati bekerja, Gunadiono tinggal bersama neneknya di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Jombang. Ayah dan ibunya bercerai saat usianya masih balita.

Kesedihan Gunadiono bertambah saat neneknya meninggal. Bersama ibunya yang lumpuh akibat stroke, sejak 2 tahun lalu sampai saat ini ia menumpang tinggal di rumah kakak Umiati. Yaitu pasangan Miran dan Ngatini di Dusun Balongmojo Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Jombang. Ayah keduanya kembali pergi saat ibunya terkena stroke.

Bocah yang kini duduk di bangku kelas 5 SDN Gedongombo 2, Kecamatan Ploso inilah yang setiap hari setia merawat Umiati. Dengan telaten dia menyuapi ibunya tiga kali sehari. Yaitu sebelum berangkat sekolah, saat pulang sekolah dan saat petang tiba. Karena paman dan bibinya harus bekerja.

Selain itu, Gunadiono juga membantu Budhenya Ngatini untuk memandikan ibunya setiap sore hari. "Saya harus menjaga ibu setiap hari, nyuapin karena ibu tidak bisa makan sendiri. Untuk memandikan biasanya saya hanya membantu budhe," kata Gunadiono kepada wartawan di rumah pamannya, Kamis (12/9/2019).

Bocah yang akrab disapa Gunadi ini berharap ibunya bisa kembali normal. Sehingga dia bisa menikmati masa anak-anak yang selama ini dia habiskan untuk merawat ibunya.

"Harapan saya ibu bisa segera sembuh," ujarnya.

Kepala Desa Gedongombo Lasiman menjelaskan, Umiati dan Gunadiono telah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Mulai dari Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga bantuan pangan non tunai.

Meski tinggal di Desa Gedongombo, Ibu dan anak ini masih tercatat sebagai warga Desa Kauman, Kecamatan Kabuh. Namun, Lasiman tetap memberikan perhatian kepada Umiati dan Gunadiono. Pihaknya siap memberi fasilitas ambulance desa jika sewaktu-waktu Umiati harus dibawa ke rumah sakit.

"Bu Umiati tidak dirawat di rumah sakit karena kendala di keluarganya. Kami sebenarnya sudah menyarankan," tegas Lasiman.

Rupanya Umiati tidak dibawa ke rumah sakit karena tidak ada yang menjaganya. Karena Miran dan Ngatini harus mencari nafkah. Sementara Gunadiono masih sekolah.

"Kalau misalnya saya yang menjaga di rumah sakit, Gunadiono di rumah tidak ada yang menjaga," pungkas Ngatini.


sumber: detik.com















Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:18

    Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki