Sabtu, 25 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Raja Piton: Ular Langka Raksasa Korban Kebakaran Hutan Kalimantan

Peristiwa

Raja Piton: Ular Langka Raksasa Korban Kebakaran Hutan Kalimantan

detik.com
Senin, 16 Sep 2019 16:43
Jakarta - Korban kebakaran hutan di Kalimantan tak hanya manusia, tapi juga hewan-hewan endemik. Ular langka yang disebut sebagai Raja Piton pun turut jadi korban.

Asap tebal membumbung tinggi memenuhi langit Kalimantan Tengah beberapa hari belakangan. Kebakaran hutan ditengarai sebagai penyebab munculnya asap pekat yang mengganggu kesehatan tersebut.

Tak hanya warga yang terdampak, makhluk hidup lain yang berhabitat di hutan Kalimantan malah sudah ada yang jadi korban dari kebakaran tersebut. Salah satunya adalah ular piton langka yang disebut sebagai Tangkalaluk oleh warga setempat.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Senin (16/9/2019), sosok ular langka di pedalaman Hutan Kalimantan ini diabadikan oleh seorang warga bernama Johan Michael Median Pasha, yang kemudian diunggah lagi oleh akun instagram Garda Satwa Foundation dan jadi viral di kalangan traveler.



Oleh warga Kalimantan, ular berukuran raksasa ini disebut Tangkalaluk. Karena sosoknya yang misterius dan jarang dilihat orang, ular berjenis Piton itu sering disangka sebagai makhluk astral.

Padahal sebenarnya, ular ini bukanlah makhluk siluman atau jadi-jadian, tetapi ular sungguhan. Nama spesiesnya Malayophyton reticulatus.

BACA JUGA: Kisah Sedih Amazon, Hutan Penuh Misteri yang Terbakar

Ular ini memang bisa tumbuh hingga mencapai ukuran raksasa. Ular yang masuk dalam keluarga Phytonidae bisa tumbuh hingga mencapai panjang 10 meter, dengan berat mencapai 180 kilogram.

Dengan ukuran tubuh sebesar itu, wajar kalau ular ini butuh makanan yang banyak. Sang Raja Piton biasa berburu babi hutan, rusa, orang utan, hingga hewan besar lain di hutan. Terkadang, ada juga manusia yang pernah jadi korban.

Ular piton biasa berburu dengan cara membelit mangsanya sampai kehabisan nafas, baru kemudian mangsa itu ditelan bulat-bulat. Sekali makan, sang ular bisa bertahan tidak makan lagi hingga berminggu-minggu lamanya.

(Facebook/Johan Michael Median Pasha)(Facebook/Johan Michael Median Pasha)


Ular piton jenis ini tersebar di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Hutan Kalimantan pun jadi rumah yang nyaman bagi sang piton untuk hidup. Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak lagi.

Hutan Kalimantan sekarang sudah terbakar, menyisakan asap tebal dan lahan kering kerontang menghitam. Sedih rasanya jika makhluk seperti Tangkalaluk ini harus punah dan menghilang.
sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:18

    Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki