Minggu, 26 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Rumah Warga Retak Akibat Getaran Mesin Pabrik Kimia di Cilegon

Peristiwa

Rumah Warga Retak Akibat Getaran Mesin Pabrik Kimia di Cilegon

detik.com
Senin, 23 Sep 2019 14:57
detik.com
Cilegon - Sejumlah rumah warga di Cilodan, Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, mengalami retak-retak. Keretakan itu diakibatkan oleh getaran yang timbul dari proses start up atau menghidupkan mesin pabrik kimia di dekat lingkungan tersebut.

Mayoritas rumah warga yang mengalami keretakan berada di dinding dan dekat pintu. Getaran yang ditimbulkan akibat start up mesin pabrik sempat menghebohkan warga sekitar.

Kondisi ini kemudian diketahui oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon. Perusahaan kimia akhirnya dipanggil untuk menjelaskan persoalan yang terjadi di masyarakat.

"Tentunya memang bahwa Chandra Asri melakukan flaring (api cerobong) hingga mengakibatkan ada getaran dan memang getaran itu tidak diprediksi sebelumnya," kata Kadis LH Cilegon, Ujang Iing kepada wartawan usai melakukan audiensi, Senin (23/9/2019).

Alat ukur getaran memang tidak diwajibkan dimiliki industri. Untuk itu, getaran yang ditimbulkan dari proses flaring itu tidak dapat diukur dan diprediksi, perusahaan hanya diwajibkan untuk memiliki alat ukur kebisingan.

"Dan memang sudah diantisipasi sama beliau bahwa kegiatan ini ada getarannya cuma kami sampaikan tadi bahwa ada nggak sih alat ukur yang bisa mendeketsi, memang nggak memiliki dia jadi hanya sebatas tingkat kebisingannya saja," ujarnya.

Sementara, proses flaring di pabrik kimia dilakukan setiap 5 tahun sekali. Pihak perusahaan sebelumnya sudah mensosialisasikan akan ada proses flaring untuk mengaktifkan mesin produksi. Kebisingan dan getaran akan ditimbulkan dari proses tersebut.

Proses flaring dikatakan adalah hal biasa dalam dunia industri. Jika proses itu tidak dilakukan, maka penyebab yang akan ditimbulkan adalah ledakan.

"Jadi gini, ketika ada flaring itu biasanya ada steam, itu untuk menghindari terjadinya asap, itu dikasih steam, sebetulnya dalam kondisi normal harusnya. Makanya ketika itu terjadi getaran kita turunkan steamnya, sudah dilakukan makanya tindakan preventif sudah kita lakukan," kata Community Relation PT Chandra Asri Petrochemical, Wawan Mulyana.

Terkait kompensasi pada warga yang rumahnya retak, pihaknya sudah mendiskusikan hal tersebut dengan pihak kelurahan. Perusahaan akan segera memberi kompensasi setelah proses start up selesai dilakukan.

"Warga sudah kita tindak lanjuti kita sudah kerja sama dengan Pak Lurah untuk seperti apa kompensasinya nanti dirembukkan sama-sama tapi setelah start up selesai semua biar tidak pakewuh," katanya.
sumber:detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:18

    Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki