Peristiwa
Setara: Perusuh 22 Mei Ingin Tiru Suriah, tapi Gagal
Kamis, 30 Mei 2019 08:44
"Mereka memaksakan tindakan rusuh dengan berharap ini akan melahirkan efek domino politik seperti di Suriah. Ada martir yang dikorbankan, harapannya memicu instabilitas politik skala besar dan diharapkan Presiden tidak bisa mengendalikan situasi," kata Hendardi di Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Hendardi menuturkan skenario besar di balik aksi rusuh adalah memaksakan kehendak untuk kemenangan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, menurut dia, paslon tersebut hanya dimanfaatkan mungkin oleh kelompok pensiunan tentara dan kelompok radikal yang mencari kekuasaan.
Hendardi mengatakan skenario kerusuhan dengan tujuan politik ini tak berjalan mulus karena sudah terendus, termasuk tujuan di balik skenario Gerakan Kedaulatan Rakyat.
Hendardi berpendapat Prabowo juga tak dapat mengendalikan massa yang meneriakkan dukungan kepadanya karena sebenarnya Prabowo bukan sosok solidarity maker di tengah-tengah kelompok yang mendorong kemenangannya pada Pilpres 2019. Hendardi melihat Prabowo malah sesungguhnya dimanfaatkan.
"Yang bisa menghentikan mereka tidak ada. Karena mereka pada dasarnya punya agenda masing-masing. Prabowo juga tidak. Di tengah-tengah kelompok itu, Prabowo bukan solidarity maker. Dia figur elite yang juga sesungguhnya 'dipionkan' sebagai simbol oleh mereka, bahwa ini seakan-akan kontestasi elektoral dalam kerangka demokrasi," Hendardi menilai.
"Nah, tujuan politiknya lebih besar, bukan hanya soal sengketa pemilu, tapi secara keseluruhan Indonesia chaos. Mungkin berharap Indonesia dalam konteks Suriah. Makanya penangkapan (perusuh) masif dilakukan (oleh polisi) di beberapa tempat," tutur Al Araf.
Al Araf juga sependapat dengan Hendardi yang mengatakan kubu paslon Prabowo-Sandi ditunggangi kepentingan kelompok radikal. Buktinya, kata Al Araf, polisi telah melakukan banyak penangkapan terhadap jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah yang hendak menyusup di tengah kegiatan unjuk rasa.
"Kita bisa lihat sebelum 22 Mei, penangkapan terhadap JAD dilakukan berulang-ulang, namun tidak ditangkap oleh logika publik. Kurang-lebih 20 teroris ditangkap karena ingin melakukan serangan pada aksi 22 Mei," jelas Al Araf.
Perbatasan Ceuta Jebol, Spanyol Kerahkan Pasukan Militer
JAKARTA - Ribuan migran terpantau memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Massa yang terdiri dari pria muda, wanita, dan anak-anak ini berhasil melewati perbatasan laut maupun darat d
Kemhan Matangkan Rencana Gelombang Kedua Diklat SPPI
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menyiapkan pelaksanaan gelombang kedua Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sekretaris Jenderal Kementerian
Bupati Herman Ajak KKSS, IWSS dan IPSS Inhil Perkuat Sinergi Bangun Daerah Usai Pelantikan Pengurus Baru
INDRAGIRI HILIR-Kepengurusan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS), dan Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Kabupaten Indragir
Ikhlas, Keluarga Minta Penyelidikan Kematian Pria di Pekanbaru Dihentikan
PEKANBARU-Penyelidikan Kasus Willy, pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di jalan Achmad Yani, Pekanbaru akhirnya dihentikan pihak kepolisian. Penghentian ini merupakan permintaan dari
Pemerintah Kuansing Sampaikan Jawaban Terkait Pandangan Umum Fraksi
TELUKKUANTAN-Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kuantan Singingi yang diwakili Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Muradi, M.Si menyampaian Jawaban Pemerintah atas Pandangan U