Gandeng Prabowo Jadi Menteri, Nyali Politik Jokowi Diragukan
Rabu, 23 Okt 2019 08:57
Langkah Presiden Joko Widodo memasukkan nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam daftar kabinetnya menyita perhatian publik. Ada juga yang menyebut langkah ini sebagai bagian dari kompromi politik yang berujung pada kemunduran dalam demokrasi Indonesia.
Pengamat Politik Syamsuddin Haris mengutarakan kekecewaannya melihat langkah politik Jokowi berbagi kekuasaan dengan lawan politiknya. Jokowi dianggap mempunyai nyali politik yang kecil.
"Mengapa Jokowi mengambil sikap ini? Saya menduga itu watak personal beliau yang saya belakangan makin menyadari beliau watak dan nyali politiknya kecil" Ujar Syamsuddin di Cikini, Jakarta, Selasa (22/10).
Masuknya Gerindra ke dalam kabinet Jokowi berpotensi menjadikan negara otoriter. Sebab pemerintah memiliki kekuatan mutlak. Sulit membuka ruang untuk mengkritik pemerintah.
"Ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita. Demokrasi itu kan meniscayakan adanya oposisi, meniscayakan mekanisme check and balance. Sehingga kalau semua itu hilang tentu tidak ada yang mengingatkan kalau kekuasaan itu menyimpang. Dampak paling parah negara menjadi otoriter," tegasnya.
Syamsuddin juga mencoba membaca alasan Prabowo legowo menjadi anak buah Jokowi. Prabowo dinilai sudah menghitung tidak memiliki peluang lagi untuk pemilu 2024. Bukan hanya karena faktor usia tapi pesaingnya semakin banyak anak-anak muda.
Namun, Syamsuddin melihat masuknya Gerindra dalam lingkaran pemerintahan juga mendatangkan keuntungan. "Saya masih yakin jabatan-jabatan publik termasuk menteri itu adalah ATM bagi partai politik" tambahnya.
Jika Gerindra benar-benar masuk dalam kabinet, ada kemungkinan pemilu selanjutnya partai Gerindra akan semakin ditinggalkan dan semakin kecil peluang menang. Sebab, pendukung sudah terlanjur kecewa.
sumber : merdeka.com
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon