Politik
NasDem: Reshuffle Kabinet Bisa Memberhentikan, Bisa Juga Menggeser
Rabu, 08 Mei 2019 13:44
"Reshuffle kabinet itu kan hak prerogratif presiden. Boleh saja itu dilakukan oleh presiden. Tapi reshuffle kabinet kan berbeda dengan kabinet baru," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Johnny mengatakan tidak ada masalah jika dilakukan reshuffle kabinet karena kabinet bisa langsung bekerja. Tetapi, soal kontinuitas kabinet, Johnny menyerahkannya kepada presiden.
"Kalau nanti otomatis bisa langsung bekerja kabinetnya. Karena apa? Di parlemennya koalisi KIK yang menguasai parlemen lebih dari 60 persen. Jadi nggak masalah. Tapi kalau kontinuitas kabinet, itu pertimbangan presiden, kita serahkan ke presiden," ujar Johnny.
"Kalau presiden mau melakukan reshuffle boleh, tidak lakukan reshuflle boleh. Reshuffle itu tidak berarti memberhentikan saja ya. Reshuflle itu bisa memberhentikan, mengganti, bisa juga menggeser secara horizontal, bisa juga. Tapi sejauh ini kita serahkan ke presiden," imbuhnya.
Salah satu menteri dari NasDem, yaitu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi yang berurusan dengan KPK karena ruangannya pernah digeledah. Johnny kembali menyatakan akan menyerahkan soal reshuflle kepada presiden, namun menegaskan partainya akan mengawal kabinet.
"Kalau NasDem ya, bukan mengawal para menteri, NasDem itu mengawal kabinet. Efektifnya kabinet, itu yang kami kawal, kebijakan presiden, kebijakan wakil presiden itu yang kami kawal, supaya kabinet itu produktif dan efektif, itu yang kami kawal. Kalau soal kewenangan mengganti pembantu presiden, menganti para menteri, kami menghormati hak prerogatif presiden," tegasnya.
Sebelumnya, kabar reshuffle kabinet menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguat pasca Pilpres 2019. Pihak Istana menyebut, kemungkinan Jokowi mereshuffle kabinet setelah Idul Fitri.
"Kalau sampai lebaran saya kira tidak ada. Saya tidak tahu setelah lebaran, kemungkinan itu bisa saja," ujar Staf Khusus Presiden, Johan Budi SP di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).
Johan mengatakan para menteri yang terseret proses hukum di KPK juga sudah dipanggil Jokowi.
Politik
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Seret Keterlibatan Perusahaan Sejak 2018
JAKARTA - Skandal dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berujung pada padamnya listrik (blackout) massal mulai menemui titik terang. Kasus yang diduga tela
Panitia Pacu Jalur Rayon II Santuni Keluarga Anak Pacu yang Meninggal Dunia
TELUKKUANTAN - Sebagai bentuk Kemanusiaan terhadap anak pacu Toduang Itam Dubalang Sati yang meninggal dunia di momen Pacu Jalur Rayon II beberapa waktu lalu panitia pelaksana memiliki inisiatif mulia
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF
PAGARDEWA" PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energ
Menaker dan Manajemen TikTok Gelar Pertemuan Usai Isu PHK di Tokopedia, Bagaimana Hasilnya?
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli telah melakukan pertemuan dengan manajemen TikTok dan Tokopedia untuk membahas isu yang berkembang terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebu
Setahun Pasca Dirawat, Gajah Sumatera Berusia 60 Tahun di Tesso Nilo Kembali Aktif
PEKANBARU -Kondisi seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina berusia 60 tahun yang hidup liar di Kantong Gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, dipastikan dalam keadaan stabil.Satw