Minggu, 26 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Rusli Ahmad: Tak Ada Larangan Wartawan Masuk ke Ruang Komisi

Rusli Ahmad: Tak Ada Larangan Wartawan Masuk ke Ruang Komisi

Laporan : Jonathan Surbakti
Senin, 29 Jan 2018 19:33
(foto:Jonathan Surbakti)
Ruangan dilengkapi dengan Kunci elektronik di Kantor DPRD Provinsi Riau
PEKANBARU-Pernyataan Wakil Ketua DPRD Riau, Ir Noviwaldi Jusman yang mengatakan wartawan yang hari-harinya bertugas di DPRD Riau tidak perlu masuk ruangan komisi-komisi yang ada di DPRD Riau, terus menuai kontra. Namun tidak semua anggota DPRD Riau yang sepakat dengan apa yang dikatakan Deded, biasa Noviwaldi Jusman disapa.

Seperti dikatakan sekretaris Komisi I DPRD Riau, Rusli Ahmad. Alasannya ruangan Komisi bukan ruang privacy

."Tak ada larangan wartawan masuk ke ruangan Komisi. Kecuali kalau ada rapat sesama anggota dewan yang bersifat pribadi," tegasnya, Senin (29/1/18) ditemui di DPRD Riau.


Akan tetapi lanjut politisi PDIP ini jika yang dibicarakan bukan masalah pribadi wartawan boleh masuk."Yakin saya tak ada satupun anggota dewan yang melarang. Tapi kalau ada yang melarang, yah itu diluar jangkauan saya," ucap anggota DPRD Riau yang dikenal dekat dengan para kuli tinta tersebut.

Seperti diketahui, Wakil Ketua DPRD Riau asal Partai Demokrat, Ir Noviwaldi Jusman dengan tegas melarang wartawan memasuki ruangan rapat komisi-komisi."Kita sudah sediakan ruangan untuk media, silahkan wartawan berhimpun pada tempat yang disediakan, mohon maaf tak perlu masuk ruangan kerja dewan, ujar Nowiwaldy Jusman melalui Whatsap (WA) sebagaimana yang beredar di kalangan Wartawan Parlemen Riau (WPR).

Sebelumnya, Sekwan DPRD Provinsi Riau Kaharuddin melalui WhatsApp mengatakan, kebijakannya mengunci ruangan komisi bukan bermaksud menghalang-halangi kerja wartawan.

"Kita tidak bermaksud menghalangi wartawan dalam menjalankan tugas. Kita hanya ingin menertibkan setiap orang yang berkunjung di DPRD Provinsi Riau. Jika kebijakan tersebut terkesan menghambat, itu hanya persepsi saja," ujarnya.

Kaharuddin mengatakan, pihaknya tidak melarang awak media untuk berinteraksi dengan anggota DPRD. Hanya saja, kebijakan ini sifatnya untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan dalam beraktifitas untuk semuanya," imbuh Sekwan.

Menanggapi hal itu Ketua WPR Edi Gustien mengatakan, upaya itu sama dengan membatasi kerja profesi wartawan. Edi juga menilai pernyataan pimpinan itu sungguh ironis."Alangkah bijaknya seorang pimpinan dewan terlebih dahulu melihat langsung kondisi wartawan. Selama ini kita mencari berita harus dengan menjumpai orangnya langsung dan itu kita wawancarai bersama-sama dengan teman wartawan lainnya di tempat dimana narasumber kami, yakni anggota wakil rakyat yang ada di DPRD Riau," tutup Edi Gustien (jon)
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:18

    Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki