Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Secara Medis Dokter Vonis Hidup Aisy 15% Lagi, Keluarga Harapkan Bantuan

Secara Medis Dokter Vonis Hidup Aisy 15% Lagi, Keluarga Harapkan Bantuan

Laporan : Erwin Fernando Nababan
Jumat, 19 Jan 2018 20:09
Erwin Fernando Nababan
Aisy (1), bocah yang Didiagnosa dokter Hatinya tidak berfungsi dengan baik.
PINGGIR - Anak kedua dari pasangan suami istri, Beni Fitra dan Dewi Ratna Sari, yang beralamat di RT 04 RW 05 Desa Tengganau Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, yakni Aisy Maulida (1), didiagnosa oleh seorang dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di wilayah Pekanbaru-Riau mengidap penyakit Hati yang tidak berfungsi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh ibu kandung Aisy, Dewi Ratna Sari, ketika dikonfirmasi Spiritriau.com (19/01/2018), melalui sambungan selulernya.

"Awal kelahiran anak kedua saya ini (Aisy) baik-baik saja. Namun pada saat usia 3 bulan, dan saat saya membawanya hendak imunisasi, oleh petugas imunisasi meyarankan agar membawa Aisy ke rumah sakit untuk cek kesehatannya. Karena petugas tersebut melihat kondisi badan anak saya menguning. Atas saran tersebut, saya dan suami langsung membawa anak saya untuk cek kesehatannya, "terang Dewi.

Masih keterangan ibu kandung Aisy, "singkatnya, hinga kami membawa Aisy ke salah satu rumah sakit yang ada di Pekanbaru. Dan oleh salah seorang dokter di rumah sakit tersebut, didiagnosa bahwa Hati Aisy tidak berfungsi dengan baik. Dan parahnya lagi, hidup Aisy hanya 15 % lagi berdasarkan keterangan mereka, "terang Dewi dengan suara tertata-tata.

Lanjutnya kemudian, "jelasnya mas, kami selalu berupaya keras membawa Aisy untuk berobat kemana pun. Dan hinga usianya kini 1 Tahun 1 Bulan, kami pun selalu berupaya. Namun karena keadaan ekonomi kami, ya...perobatan Aisy juga tidak Optimal. Sejujurnya mas, kami sangat berharap adanya pihak-pihak terkait yang mau membantu kami untuk penyembuhan anak kedua kami ini, "ujar Dewi dengan terisak. (win)
Sosial
Berita Terkait
  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:14

    DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pengerukan lumpur dan pengurasan sedimen di berbagai badan air. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air dan menjadi bagian penting dari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.