Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Traveler
  • Wisata Mandi Air Panas pada Masa Covid-19, Unik dan Bisa untuk Terapi, Sejarahnya Mengandung Mistis

Wisata Mandi Air Panas pada Masa Covid-19, Unik dan Bisa untuk Terapi, Sejarahnya Mengandung Mistis

Admin
Sabtu, 21 Nov 2020 08:54
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Mandi air panas alami menurut kesehatan dapat membantu meredakan flu dan sakit kepala.

Mandi air panas memungkinkan untuk menghirup uap air sebagai dekongestan alami.

Selain itu, mandi air panas akan membantu melancarkan sirkulasi darah menuju otak.

Selain itu, mandi air panas alami juga bisa untuk terapi berbagai penyakit, mulai dari rematik hingga penyakit kulit dan melancarkan peredaran darah.

Apalagi pada saat wabah Covid-19 ini, mandi air panas bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Nah, bagi yang ingin mandi air panas alami, bisa mengunjugi objek wisata pemandian air panas satu ini.

Pemandian air panas yang terletak di Dusun Tambun, Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan.

Pemandian air panas itu sekarang berada di areal Hak Guna Usaha atau HGU perkebunan kelapa sawit milik salah satu perusahaan besar di Pelalawan.

Pemandian air panas ini terkenal dan populer di tengah masyarakat daerah Kabupaten Pelalawan.

Namun ketenarannya itu tak sejalan dengan keberadaan sejarahnya.


Kebanyakan masyarakat hanya mengetahui mengenai pemandian ini sebagai destinasi wisata juga sekaligus tempat pengobatan.

Khususnya untuk pengobatan penyakit kulit karena air panas alami di pemandian tersebut memiliki kandungan belerang di dalamnya.

Lalu bagaimana dengan sejarahnya ?

Penduduk asli kelahiran Pangkalan Lesung, Pak Evi mengatakan, menurut sejarah lisan yang didapatkannya secara turun temurun dari nenek moyangnya, asal usul ditemukannya sumber air panas tersebut adalah lewat sebuah mimpi.

Mimpi seorang kakek tua dari desa Tambun.

Dalam mimpi itu, kakek tua itu berjalan hingga ke tempat sumber air panas tersebut dan bertemu dengan seorang wanita cantik yang dikabarkan adalah penunggu dari pemandian air panas tersebut.

Nama wanita tersebut adalah Dewi Sekar Lestari.

Dewi Sekar Lestari dikabarkan bahwa setiap orang yang berniat berobat ke pemandian air panas ini akan sembuh dan akan bermimpi bertemu dengan sang Dewi penunggu air panas ini.

Memang hakekatnya pemandian air panas tersebut diperuntukkan sebagai tempat untuk pengobatan.

Kemudian keesokan harinya akhirnya sang kakek tua ini pun mencari pemandian air panas ini seperti yang didapatkannya dari dalam mimipi dan akhirnya ia menemukannya.


Sumber air panas alami ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 1945-1946 setelah kemerdekaan Indonesia.

Dahulu akses jalan yang ada untuk menuju ke pemandian air panas ini adalah jalan setapak di hutan bila melalui darat.

Pemandian air panas ini dekat dengan sungai Batang Napu maka dapat pula diakses melalui jalur air yaitu dengan melewati sungai.

Sulitnya akses jalan pada zaman dahulu itu, membuat masyarakat jarang yang datang ke tempat pemandian air panas ini, sehingga pemandian air panas inipun terjaga kelestariaan alamnya.

Ada syarat yang harus dilakukan setelah mandi di pemandian air panas ini yakni melempar koin dan juga bunga ke dalam pemandian air panas ini.

Dahulunya sebelum direnovasi dan masih dalam keadaan alami, di dalam pemandian air panas yang berbentuk kolam ini ada kayu besar yang melintang di bagian tengahnya, sehingga membagi pemandian air panas ini menjadi dua bagian.

Bagian pertama airnya hangat, sedangkan bagian kedua airnya sangat panas.

namun setelah dilakukan renovasi kayu tersebut diangkat dan airnya menjadi tergabung dan bersuhu sangat panas.

Ada keunikan tempat pemandian air panas ini yaitu aliran air dari pemandian air panas ini mengalir ke parit di sebelahnya.

Namun di parit tersebut meskipun air nya bersuhu sangat panas, mahluk hidup seperti ikan sepat siyam, bahkan kangkung dapat hidup di dalamnya.



Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.