selebriti
Via Vallen Curhat soal Anggapan Negatif Publik Terhadap Karyanya
Jumat, 05 Apr 2019 10:29
JAKARTA - Pedangdut Via Vallen kembali mencurahkan isi perasaannya melalui sosial media. Hal tersebut berkaitan dengan dirinya yang sering kali melakukan cover lagu milik orang lain, hingga mendapatkan kritik serta hujatan.
Menurut Via, mengcover lagu milik orang lain merupakan hal yang sah-sah saja, terlebih bukan hanya dirinya yang melakukan hal tersebut. Apalagi dirinya mengaku sempat dikritik lantaran membawakan lagu baru milik orang lain dan dianggap tak mampu untuk menciptakan lagu sendiri.
"Nyanyiin lagu orang dihujat, dibilang RATU COVER (padahal cover itu sah sah aja, dan yang suka cover di Indonesia ga cuma aku, tapi banyaaaakk)," tulis Via mengawali keluhannya.
"Nyanyiin lagu baru yg diciptain orang lain, dibilang bukan lagunya sendiri (padahal penyanyi ya tugasnya nyanyi bukan bikin lagu, meskipun ada beberapa yang bisa bikin lagu sendiri juga, termasuk saya dengan lagu JERIT ATIKU tahun lalu)," tambahnya.
Tak hanya sampai di situ, pelantun Sayang tersebut juga sempat gerah lantaran lagunya dianggap merupakan hasil karya plagiat. Bahkan ia bingung, apakah memang dirinya yang salah, atau kebencian orang-orang terhadapnya membuat hal sepele menjadi besar.
"Sekarang release lagu sendiri, diproduserin sendiri pun dihujat pula. Yang katanya plagiat ini lah, enakan ini lah itu lah (jadi bingung ini sing salah aku apa pikiran mereka yang hatinya udah kotor karena penuh dengan kebencian ya???)" paparnya.
Secara gamblang Via Vallen mengungkap bahwa sebagai seorang public figure, terlebih seorang penyanyi, dirinya tak bisa memungkiri bahwa ada orang yang suka, dan ada pula yang membenci dirinya. Ia pun mengaku tak pernah memaksa agar semua masyarakat bisa menyukai karyanya.
Namun, alangkah baiknya jika rasa tak suka seseorang terhadap dirinya diungkapkan melalui kritik yang membangun. Bukan hanya sekadar untuk mengolok-oloknya seperti seseorang yang memiliki dendam pribadi terhadapnya.
"Aku enggak maksa kalian buat suka sama karyaku kok. Setidaknya hargai saja karyaku yang kata kalian enggak enak ini dengan cukup tidak usah didenger saja. Kalaupun enggak sengaja denger terus gatel pengin ngomentarin, mbok ya kritik yang membangun saja biar aku bisa berkarya lebih baik lagi," tuturnya.
"Jangan malah alesan kritik tapi isinya kek orang yang dendam kesumat gitu. Alesannya ini negara demokrasi makanya bebas berpendapat. Iya bebas tapi mbok ya bahasane sing enakk. Wong aslinya haters ae kok pake berkedok netijen biar aman tahh," tambahnya.
Di akhir tulisan, wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini menulis bahwa dirinya sadar bahwa melalui unggahannya, banyak masyarakat yang akan menilai ia terlalu berlebihan. Akan tetapi, Via hanya sekadar ingin mengutarakan pendapatnya mengenai apa yang ia rasakan saat ini, mulai dari seringnya dicap sebagai Ratu Cover lagu, hingga karyanya yang dianggap merupakan plagiat orang lain.
"Abis ini tulisan ini bakalan dikomentarin, dibilang aku baperan
lah, lebay lah, sensasi doang lak (halahh wes sak karepmu)," tutup Via.
Sumber; okezone.com
Sosok Ibu di Rohul yang Aniaya Anaknya Hingga Meninggal di Mata Tetangga
Sang pelaku yakni Djasmina Raihan Elisa. Sedangkan putrinya yang menjadi korban yakni Amira Azzahra, 11 tahun. Pelaku sendiri dikenal dengan panggilan Ummi.Korban ditemukan meninggal dunia oleh para t
Tak Pulang 2 Pekan, Siswi di Kampar Ternyata Dilarikan Duda Anak Dua dari Sekolah ke Pekanbaru.
KAMPAR-Seorang siswi berusia 17 tahun berinisial R, warga Kecamatan Tapung, jadi korban pencabulan. R diketahui tidak pulang ke rumah selama beberapa hari setelah berangkat sekolah.Orangtua dan k
Terlibat Edar Perusak Saraf, Dua Oknum Polisi di Bengkalis Divonis 3,5 hingga 5 Tahun Penjara
BENGKALIS-Sidang pembacaan putusan perkara penyalahgunaan narkotika yang menyeret dua oknum anggota Polri di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (19/5/26) kemarin. Majelis Hakim menjatuhkan hukum
Pengedar Sabu di Kampung Besar Seberang Diciduk Satresnarkoba Polres Inhu, Sejumlah Barang Bukti Disita
INHU-Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Rengat kembali berhasil diungkap jajaran Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu diamankan polisi s
Pengaruh Dolar, 80 Persen Obat di RSUD Bengkalis Alami Kenaikan Harga
BENGKALIS-"Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor kesehatan, terutama harga obat-obatan yang sebagian besar bahan bakunya masih bergantung dari luar n