Senin, 25 Mei 2026
Bukan Sabotase, Ini 3 Dugaan Penyebab Blackout di Sumatera.
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 25 Mei 2026 10:43
Jakarta-Bareskrim Polri mengungkapkan hasil investigasi awal terkait pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera. Polri menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh sabotase, melainkan faktor teknis dan cuaca ekstrem.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin menyebut bahwa tim gabungan telah melakukan olah TKP di Tower 175 dan 176 jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Di lokasi tersebut, ditemukan kabel transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh dalam kondisi putus.
"Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," kata Nunung dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Nunung menilai ada tiga kemungkinan penyebab teknis yang sedang didalami oleh tim Puslabfor Polri terkait putusnya kabel tersebut, di antarannya faktor mekanik yang menyebabkan adanya gesekan pada kabel hingga faktor tarikan pada kabel akibat cuaca ekstrem.
"Adapun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem," jelas Nunung.
Nunung menerangkan mengapa pihaknya menepis dugaan sabotase yang sempat beredar di masyarakat. Sebab, kata dia, bentuk fisik kerusakan kabel yang ditemukan di lapangan tidak rapi.
"Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut, ya, seperti yang ada di depan kita rekan-rekan," tuturnya.
"Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan potongannya lebih rapi (bekas potongan alat)," lanjut Nunung.
Nunung menyebut peristiwa blackout bermula pada Jumat (22/5) sekitar pukul 18.44 WIB. Berdasarkan keterangan saksi yang didalami tim di lokasi, sempat terdengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam.
Putusnya kabel di koridor transmisi Jambi ini berdampak fatal karena saat kejadian sedang terjadi aliran daya yang signifikan menuju wilayah Sumatera Barat. Gangguan tersebut memicu ketidakstabilan frekuensi yang menyebabkan pembangkit listrik mengalami trip secara berantai.
"Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai, sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan," ungkap Nunung.
Nunung memastikan seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif. Dia menyebut kini kondisi kelistrikan di seluruh wilayah Sumatera sudah pulih sepenuhnya.
"Saat ini kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera telah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Dan berdasarkan keterangan resmi dari PT PLN, pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 persen serta beroperasi dengan aman dan stabil,(detik.com).
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8503622/bukan-sabotase-ini-3-dugaan-penyebab-blackout-di-sumatera?page=2
komentar Pembaca