Selasa, 28 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Anak Dikabarkan Penelphon Sakit Keras, PNS Bapelkes Tertipu Rp18 Juta

Anak Dikabarkan Penelphon Sakit Keras, PNS Bapelkes Tertipu Rp18 Juta

Rabu, 19 Agu 2015 14:22
PEKANBARU-Meskipun sudah sangat sering terjadi, namun tetap saja modus penipuan melalui telephon bisa mendapatkan korban. Seperti yang dialami Tarmizi, PNS di Balai Latihan Kesehatan (Bapelkes) Riau menderita kerugian Rp18 juta. Ia tertipu penelphon gelap yang mengabarkan anaknya, murid Kelas III SDIT Raudaturrahmah Jalan Adisucipto mendadak sakit keras dan sedang dirawat di salah satu rumah sakit.

"Kami sudah melaporkan penipuan melalui telephon yang dialami orang tua salah seorang murid kami ke polisi," ujar Kepala SDIT Raudaturrahmah Tistiyo Hendro Yuwono kepada riauterkinicom di sekolah.

Dikatakan Tistiyo, bahwa hari ini ada belasan orang tua murid sekolah yang mengkonfirmasikan menjadi sasaran upaya penipuan melalui telephon dengan modus menyebutkan kalau anak yang bersangkutan mendadak sakit keras dan sedang dirawat di rumah sakit.

Dari sekian banyak orang tua murid yang ditelephon, Tarmizi yang terperdaya. Karena panik, Tarmizi menuruti permintaan penelphon untuk mentransfer uang sebesar Rp18 miliar ke rekening bank yang disebutkan pelaku.

Saat riauterkinicom ke sekolah tersebut, nampak seorang polisi sedang mengumpulkan keterangan terkait penipuan tersebut.

Kepada para orang tuan murid, Tistiyo menghimbau agar tak mempercayai begitu saja penelphon yang mengabarkan anak mendadak sakit keras. Terlebih jika penelphon meminta sejumlah uang dengan dalih untuk biaya rumah sakit. Jika anak yang sedang belajar mendadak sakit, pihak sekolah akan menghubungi orang tua murid melalui nomor telephon sekolah. Bukan nomor telephon sululer.(rtc)
Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 16:48

    Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal

    PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan

  • Senin, 27 Jul 2026 16:47

    Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener

  • Senin, 27 Jul 2026 16:32

    Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar

    RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti

  • Senin, 27 Jul 2026 16:24

    Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A

  • Senin, 27 Jul 2026 16:21

    Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur

    PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki