Selasa, 28 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Dua Kali Lebaran, RLH di Sungai Nyamuk Tak Kunjung Selesai

Dua Kali Lebaran, RLH di Sungai Nyamuk Tak Kunjung Selesai

Laporan : Anggi Sinaga
Rabu, 19 Agu 2015 19:26
Anggi Sinaga
Dua Kali Lebaran, RLH di Sungai Nyamuk Tak Kunjung Selesai

BAGANSIAPIAPI - Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) untukwarga yang tinggal di Kepenghuluan Sungai Nyamuk hingga kini tak kunjung selesai. Pastinya warga mulai gerah dmengeluhkan masalah sosial ini.

Ternyata masih ada tiga Unit Rumah Layak Huni (RLH) di Kepenghuluan Sungai Nyamuk menggunakan anggaran tahun 2014 tak kunjung selesai dikerjakan oleh pelaksana proyek (kontraktor).
Bahkan dari pembangunan yang dilaksanakan RLH yang dibangun baru siap sekitar40 persen.

"Kita sudah menunggu dua kali lebaran namun rumahnya tak kunjung selesai. Sekarang ini kami terpaksa harus
tinggal di pondok itu bersama anak-anak," ujar Ibu Eni

Seperti yang disampaikan Tarno (45), bagaimana warga tidak mengeluhkan pembangunan RLH di Kepenghuluan Sungai Nyamuk yang tak selesai.

Menurut Tarno, pekerjaan ketiga RLH di kepenghuluannya dimulai pada bulan Juli 2014 lalu. Namun karena bahan tidak ada makanya pekerjaan tersebut terbengkalai.

"Kata pemborongnya gitu, bahan tidak ada," ungkap Tarno.

Sementara, salah seorang penerima RLH, Eni mengaku kesulitan karena Rumah Bantuan pemerintah tersebut
hingga saat ini tak juga kunjung dikerjakan. Pasalnya sudah dua tahun menunggu, saat ini kami dan keempat
anak-anak makan, tidur, mandi dan buang air semuanya di rumah ukuran 2x3 meter yang terletak di belakang
bangunan RLH yang diterimannya.

"Kalau tau begini kejadiannya, rumah lama takkan kami bongkar. Itu pun papan berotinya diambil oleh pemborong buat papan mal segala. Kami minta Pemerintah memperhatikan kami orang kecil ini," ujarnya kecewa. (asg)
Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 16:48

    Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal

    PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan

  • Senin, 27 Jul 2026 16:47

    Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener

  • Senin, 27 Jul 2026 16:32

    Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar

    RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti

  • Senin, 27 Jul 2026 16:24

    Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A

  • Senin, 27 Jul 2026 16:21

    Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur

    PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki