Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Mengaku Keponakan Walikota, Oknum Polisi di Pekanbaru Tipu PNS dan Rekan Sesama Polisi

Mengaku Keponakan Walikota, Oknum Polisi di Pekanbaru Tipu PNS dan Rekan Sesama Polisi

Kamis, 07 Jan 2016 15:53
Ilustrasi
PEKANBARU - Seorang oknum polisi, dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru-Riau lantaran diduga melakukan penipuan pada proyek semenisasi Dinas PU kota Pekanbaru. Meski sudah menerima uang jaminan, namun proyek tersebut tidak ada alias fiktif.

Oknum berinisial SB (45) dilaporkan oleh rekan sesama profesinya (polisi, red) berinisial MA (34). MA kesal karena uang yang ia pinjamkan ke SB yang diduga sebagai 'pelicin' proyek semenisasi tak kunjung dikembalikan, sementara pengerjaan proyek itu juga tidak ada atau diduga fiktif.

Informasi yang dirangkum, kasus itu bermula saat korban MA dan abang angkatnya yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial A (39), melakukan pertemuan pada pertengahan Agustus 2015 lalu, guna membicarakan masalah proyek semenisasi di kawasan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Saat itu SB menawari A untuk mengambil proyek tersebut melalui proses penunjukan langsung (PL) dari Dinas PU. Spontan saja A setuju. Agar pelaksanaannya bisa segera terealisasi, SB meminjam uang kepada MA. Kuat dugaan, uang itu digunakan sebagai pelicin pada proyek ini.

Bahkan waktu itu SB sempat mengaku sebagai keponakan walikota, hingga membuat A dan MA yakin. Namun apa daya, setelah uang diserahkan, proyek semenisasi yang dijanjikan SB itu tidak juga dilaksanakan, hingga akhirnya MA melaporkan SB ke Mapolresta Pekanbaru-Riau.

"Yang bersangkutan (Oknum polisi SB) dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru pada Rabu (6/1/2016) kemarin, diduga terkait kasus penipuan pelaksanaan proyek semenisasi. Korban (Ma) mengaku dirugikan senilai Rp30 juta," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (7/1/2016).(grc)
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 16:48

    Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal

    PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan

  • Senin, 27 Jul 2026 16:47

    Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener

  • Senin, 27 Jul 2026 16:32

    Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar

    RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti

  • Senin, 27 Jul 2026 16:24

    Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A

  • Senin, 27 Jul 2026 16:21

    Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur

    PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki