Polisi Pelajari CCTV Terkait Kasus Molotov di Rumah Kadis Bina Marga Riau
Laporan : Bambang Irawan
Jumat, 19 Feb 2016 19:26
Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Ipda M Bahari Abdi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyeliikan terkait kasus yang dialami korban.
Tidak hanya itu kepolisian juga memintai keterangan sejumlah saksi-saksi dan menyita bukti-bukti yang dianggap bisa di jadikan petunjuk untuk pengungkapan kasus tersebut. " Beri kita waktu untuk menyelidiki kasus ini dan saat ini proses penyelidikan masih berjalan," kata M Bahari Abdi.
Informasi yang dirangkum peristiwa itu terjadi dinihari antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Kala itu korban sedang tidak berada di tempat karena menghadiri serangkaian kegiatan pemerintahan. Ia baru mengetahui kejadian itu setelah mendapat informasi dari kerabatnya di rumah. Menurut dugaan aksi teror molotov itu dilakukan lebih dari satu orang menggunakan sepeda motor. (**)
Sumbang Triliunan Rupiah Sejak 1945, Afni Sebut Siak Tercekik Aturan Keuangan Baru
PEKANBARU-Kisah ironi menyelimuti Kabupaten Siak. Setelah menyerahkan seluruh kekayaan kerajaannya untuk bergabung dengan Republik Indonesia tahun 1945, lumbung energi nasional ini justru kembali diha
Sukseskan Ketahanan Pangan, Polsek Rengat Barat Inhu Gelar Monitoring Berkelanjutan
RENGAT-Dukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggelar monitoring
Sopir Truk di Palembang Tewas Dikeroyok Gara-Gara Tegur Pengendara Serobot Antrean Solar di SPBU
Niat hati menegur pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan bakar mininya di SPBU, seorang sopir truk, YF (33), tewas di keroyok. Polisi masih mengejar tujuh pelaku yang terlibat.Korban awaln
Bisnis Emas Batangan Moncer, Pendapatan Hartadinata Abadi Melejit Tembus Rp20 Triliun
PT Hartadinata Abadi Tbk. mencatatkan lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih signifikan. Hartadinata membukukan pendapatan sebesar Rp20 triliun pada kuartal
KSP Dudung Sebut Pencopotan Dadan Hindayana Diduga Terkait Jual Beli Titik SPPG
Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap dugaan alasan pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, keputusan itu kemungkinan berkait