Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Soal Suap APBD Riau, Nasib Suparman Cs Tergantung Ekspos KPK

Soal Suap APBD Riau, Nasib Suparman Cs Tergantung Ekspos KPK

Senin, 18 Jan 2016 10:15
Ilustrasi
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan suap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014 dan APBD 2015.

Sejumlah  nama yang disebut-sebut ikut terlibat, seperti Suparman, Johar Firdaus, dan Riki Hariyansah, akan diketahui nasibnya setelah ekspos KPK.

Salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU)  KPK, yang turut menangani perkara Ahmad Kirjuhari, Tri Anggoro Mukti, menyebut,  pihaknya masih menunggu jadwal ekspos bersama penyidik dan unsur pimpinan KPK. Ekspos terkait pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru terhadap vonis Ahmad Kirjuhari.

Dikatakan Tri, saat ini di lembaga antirasuah tersebut banyak kasus yang ditangani. "Padat jadwal ekspos. Masih antre," tukas mantan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Siak Sri Indrapura.

Sementara, mengenai jadwal pelimpahan berkas tersangka Annas Maamun, Tri mengaku tidak mengetahui. Pasalnya, dia tidak termasuk dalam tim JPU yang menangani perkara Gubernur Riau nonaktif tersebut. "Itu saya tidak tahu. Bukan saya jaksanya," pungkas Tri saat dihubungi melalui telepon, Minggu (17/1/2016).

Untuk diketahui, mantan anggota DPRD Riau periode 2009-2014, Ahmad Kirjuhari, dinyatakan terbukti bersalah menerima suap dalam pengesahan APBD 2015. Dia divonis 4 tahun penjara, dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.

Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim yang diketuai Masrul, menyatakan, selain Kirjauhari,  terdapat tiga nama anggota DPRD Riau periode 2009-2014 yang turut bertanggung jawab dalam kasus ini.

"Adanya kerja sama yang erat antara terdakwa dengan saksi Johar (Firdaus), Suparman dan Riki Hariyansyah. Bertindak bersama-sama dengan kualitas sebagai orang yang turut serta," sebutnya.(hrc)
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 16:48

    Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal

    PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan

  • Senin, 27 Jul 2026 16:47

    Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener

  • Senin, 27 Jul 2026 16:32

    Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar

    RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti

  • Senin, 27 Jul 2026 16:24

    Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A

  • Senin, 27 Jul 2026 16:21

    Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur

    PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki