Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Usai Diperkosa, Cewek ABG Ini Sembunyi di Kebun Sawit Lalu Pulang Jalan Kaki Sejauh 60 Km

Usai Diperkosa, Cewek ABG Ini Sembunyi di Kebun Sawit Lalu Pulang Jalan Kaki Sejauh 60 Km

Senin, 04 Jan 2016 10:23
Ilustrasi
PEKANBARU - Anggrek (nama samaran,red), pelajar SMK di Kabupaten Inhu-Riau ini harus berjalan kaki sejauh 60 Km untuk pulang ke rumahnya, di Base Camp Ukui. Gadis belia berumur 16 tahun tersebut melarikan diri dari upaya pemerkosaan dua anak ABG, yang tak lain rekan dari teman lelakinya.

Korban tak pernah menyangka jika niatnya untuk menghabiskan malam tahun baru, Jumat (1/1/2016) kemarin justru berujung pahit. Usai dijemput dari rumahnya di Base Camp Ukui, Anggrek lalu digiring oleh teman lelakinya berinisial FA (16), kesebuah rumah di kawasan Desa Pontian Mekar Kecamatan LBJ Inhu-Riau.

Melihat situasi aman, FA lalu mengajak Anggrek berhubungan badan, namun korban menolak mentah-mentah. Walhasil, FA yang belakangan diketahui berstatus pelajar ini akhirnya gelap mata dan memaksa korban untuk mau meladeni hasfu birahinya. Endingnya, kegadisan korban pun terenggut dinihari itu.

Setelah puas, FA yang tidak bertanggung jawab ini malah ogah mengantarkan Anggrek pulang. karena sudah dinihari dan suasana juga sepi, Anggrek akhirnya minta tolong kepada dua orang teman FA yang juga ada di rumah itu, agar diantar pulang. Mereka pun mengamini permintaan korban.

Apes sekali lagi, pertolongan yang diberikan keduanya ternyata dibarengi niat buruk. Setibanya di perkebunan sawit Desa Pontian Mekar, dua orang teman FA itu malah mengajak korban berhubungan intim. Spontan korban menolak, namun mereka tetap memaksa.

Tak mau terulang untuk kali kedua, Anggrek pun berinisiatif turun dari sepeda motor tersebut dan melarikan diri masuk ke dalam area kebun sawit. Dia bersembunyi hingga pagi, lalu pulang dengan berjalan kaki ke rumahnya, yang menurut informasi berjarak sekitar 60 Kilometer.

"Korban sudah membuat laporan ke polisi kemarin (Minggu 3/1/2016,red) dan kasus ini sudah kita proses dengan meminta keterangan korban serta sudah dilakukan visum," sebut Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, MM, Senin (4/1/2016) siang.(grc)
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 16:48

    Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal

    PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan

  • Senin, 27 Jul 2026 16:47

    Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener

  • Senin, 27 Jul 2026 16:32

    Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar

    RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti

  • Senin, 27 Jul 2026 16:24

    Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A

  • Senin, 27 Jul 2026 16:21

    Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur

    PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki