Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • 450.000 Warga Palestina Tinggalkan Rafah saat Tank-tank Israel Terus Menusuk

450.000 Warga Palestina Tinggalkan Rafah saat Tank-tank Israel Terus Menusuk

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 15 Mei 2024 07:06
Pengungsi Palestina mengungsi dengan kendaraan di Rafah, Jalur Gaza selatan, 12 Mei 2024. Foto/REUTERS/Hatem Khaled
RAFAH - Sekitar 450.000 warga Palestina telah meninggalkan Rafah sejak Israel memerintahkan lebih banyak warga Palestina mengungsi pada Sabtu (11/5/2024).
Data itu diungkap badan PBB untuk pengungsi Palestina pada Selasa (14/5/2024). Laporan dari kota tersebut menunjukkan pasukan Israel mendekati pusat kota Rafah yang padat penduduknya. Pasukan kolonial Israel (IDF) memerintahkan orang-orang di lingkungan tenggara Rafah untuk “segera” pergi pada hari Sabtu.

Juru bicara IDF Avichai Adraee memperingatkan pasukan Israel sedang bersiap menyerang sasaran Hamas di sana “dengan kekuatan besar.” IDF kini telah mengevakuasi seluruh sepertiga bagian timur kota tersebut menyusul perintah serupa yang diberikan awal bulan ini. 

Dalam pernyataan pada Selasa, Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan 450.000 orang telah melaksanakan perintah tersebut. “Orang-orang terus-menerus menghadapi kelelahan, kelaparan, dan ketakutan. Tidak ada tempat yang aman,” ungkap pernyataan itu. “Gencatan senjata segera adalah satu-satunya harapan.”

Sebelum dievakuasi, Rafah menampung sekitar 1,4 juta warga Palestina yang melarikan diri dari operasi Israel di Gaza utara dan tengah. Meskipun mendapat kecaman dari Amerika Serikat (AS), PBB, dan negara-negara lain serta organisasi internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan udara terhadap Rafah pada awal Mei, diikuti dengan serangan darat di dekat pos pemeriksaan perbatasan selatan Rafah dengan Mesir. Tank-tank IDF memasuki lingkungan Brazil dan al-Jnaina di Rafah timur pada hari Selasa, menurut sumber-sumber Palestina kepada Reuters.
Salah satu sumber menggambarkan “bentrokan” di sejumlah wilayah. IDF mengatakan pihaknya bertempur jarak dekat di sisi Gaza di penyeberangan Rafah. Hamas mengatakan pada Selasa bahwa para pejuangnya telah membunuh dan melukai beberapa tentara Israel dengan rudal dan ranjau di Brazil dan al-Jnaina. 

Tidak jelas apakah Netanyahu berniat melanjutkan invasi besar-besaran ke Rafah. Departemen Luar Negeri AS telah menyatakan keraguannya bahwa IDF mampu sepenuhnya memberantas Hamas di Gaza. Presiden AS Joe Biden telah memperingatkan dia akan menghentikan sejumlah bantuan militer ke Israel jika Netanyahu melakukan operasi semacam itu.

 Rezim penjajah Israel telah membunuh 35.901 warga Palestina dalam tujuh bulan sejak Israel mulai menyerang Gaza pada Oktober, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, 24.686 telah teridentifikasi, 60% di antaranya adalah perempuan, anak-anak, dan orang tua, menurut PBB. Pejuang Hamas membunuh sekitar 1.200 warga Israel dalam serangan mereka pada tanggal 7 Oktober di negara Yahudi tersebut.






Sumber: sindonews.com

merdekapalestina
Berita Terkait
  • Minggu, 16 Jun 2024 06:21

    Kelaparan Landa Gaza Utara, Warga Bertahan Hidup Hanya dengan Roti

    KAIRO-Di bagian utara Jalur Gaza, tempat warga Palestina paling terdampak kelaparan, warga mengatakan kekurangan sayur-sayuran, buah-buahan, dan daging membuat mereka bertahan hidup hanya dengan

  • Kamis, 13 Jun 2024 05:44

    Hamas Berupaya Keras Hentikan Perang Secara Permanen Sebagai Respons Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Disahkan PBB

    GAZA-Hamas mengatakan pihaknya telah menyampaikan tanggapannya terhadap rencana gencatan senjata di Gaza yang diusung Amerika Serikat (AS).Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada BBC bahwa mere

  • Minggu, 02 Jun 2024 06:14

    Jokowi Kecam Serangan Israel ke Rafah

    JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras serangan udara brutal Israel terhadap Rafah, Jalur Gaza selatan, yang menewaskan puluhan warga sipil Palestina."Meskipun sudah berkali-kali saya sa

  • Selasa, 28 Mei 2024 05:53

    Serangan Israel Hantam Kamp Tenda Rafah Tewaskan 45 Orang

    ISRAEL-Serangan udara Israel memicu kebakaran yang menewaskan 45 orang di sebuah kamp tenda di kota Rafah, Gaza. Keluarga-keluarga Palestina bergegas ke rumah sakit untuk mempersiapkan jenazah mereka

  • Selasa, 21 Mei 2024 06:03

    Marah Besar, Netanyahu Kecam Upaya untuk Menangkap Dirinya Atas Perang Gaza

    GAZA " Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan marah mengecam jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang meminta surat perintah penangkapan terhadapnya bersama para pemimp

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.