Rabu, 27 Mei 2026

Angka Kematian Ibu Hamil Paling Tinggi di Daerah

Sabtu, 05 Des 2015 14:55
Popsugar
Ilustrasi ibu hamil
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) giat melakukan promosi program KB, pasalnya angka kematian ibu hamil semakin meningkat. Terutama di daerah-daerah dan juga pelosok Tanah Air.

"Angka kematian ibu hamil menembus 300 ribu orang dan itu harus di waspadai," jelas Surya Chandra Surapaty selaku Kepala BKKBN di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Jumat, 4 Desember 2015.

Jumlah data ini bisa diminimalisir bila keluarga melakukan program KB dan kepedudukan yang benar. "Penyuluhan soal kependudukan dan program KB harus terus di edukasi sehingga pemahaman soal perencanaan keluarga berencana bisa dilaksanakan," lanjutnya.

Diakuinya, angka kematian meninggi akibat jarak kelahiran bagi ibu hamil tak berjalan dengan baik.

"Seharusnya jarak kehamilan harus tiga tahun karena kebutuhan ASI untuk anak harus dilakukan selama dua tahun. Jika tidak dilakukan maka risiko melahirkan akan rentan,"ungkapnya.

 Surya Chandra menambahkan, tingginya angka kematian ibu banyak terjadi di daerah. Salah satu penyebabnya karena minimnya sosialisasi program KB.

"Kita harus akui bila penyuluhan KB di Indonesia sangat kurang, makanya program KB itu harus terus dipacu setiap hari demi memperkaya edukasi kepada masyarakat," tambahnya.

Lambatnya penyuluhan soal keluarga berencana membuat Kepala BKKBN bergerak cepat demi memacu edukasi di daerah sehingga tercipta keseriusan dalam membina rumah tangga.

"Anda lihat saja budaya yang mengental sejak dahulu mengenai persoalan banyak anak banyak rezeki masih belum terlepas di benak pemikiran masyarakat daerah dan ini harus dibenahi dengan cepat," lanjutnya.

Pemberian edukasi yang sistematis memang akan membuat masyarakat daerah lebih lamban untuk menerimanya, oleh karena itulah dengan gerakan MUPEN (Mobil Unit Penerangan) maka edukasi dengan mudah diterima.

"Banyak masyarakat Indonesia yang tak memiliki strata sosial tinggi, khususnya dalam segi ilmu pengetahuan. Dengan edukasi lewat MUPEN maka akan memudahkan masyarakat bukan saja sebatas teori namun melihat langsung praktik yang terjadi melalui film yang ditayangkan di MUPEN," pungkasnya.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.