Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Banyak Kasus Jantung Bawaan di Indonesia yang Belum Tertolong

Banyak Kasus Jantung Bawaan di Indonesia yang Belum Tertolong

Rabu, 28 Okt 2015 10:39
Huffingtonpost
Kasus jantung di Indonesia belum tertolong
PENYAKIT jantung yang banyak terjadi di Indonesia tidak hanya sekedar penyakit serangan jantung yang diidap lansia dan orang dewasa. Padahal penyakit jantung bawaan yang terjadi pada anak baru lahir juga banyak terjadi, dan sayangnya belum banyak yang dapat ditolong.

"Penyakit jantung bawaan adalah penyakit yang disebabkan gangguan pada waktu pembentukan jantung janin dalam kandungan, yang menimbulkan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung. Dari semua penyakit bawaan pada anak baru lahir, penyakit bawaan jantung adalah penyebab kematian paling tinggi," kata Prof dr Ganesja Harimurti, SpJP, dokter spesialis jantung anak di Siloam Heart Institute (SHI).

Berdasarkan data statistik, sebanyak 40.000 bayi dari empat juta kelahiran di Indonesia mengidap penyakit jantung bawaan. Setengah dari kasus tersebut bisa dideteksi dini dengan gejala awal. Sembilan persen dari keseluruhan kasus meninggal pada bulan pertama. Sementara separuh dari 95 persen yang hidup, atau sekitar 36.000 bayi pengidap jantung bawaan memerlukan intervensi.

"Penyebab dari penyakit atau kelainan ini tidak diketahui. Tapi faktor risikonya banyak, antara lain karena usia kehamilan terlalu tua (di atas 40 tahun), penggunaan obat penenang selama kehamilan, campak Jerman, diabetes mellitus, paparan radiasi sinar rontgen, infeksi Rubella, toksoplasma, kebiasaan merokok atau paparan rokok, beberapa juga karena keturunan," tuturnya dalam acara 'media gathering' di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (27/10/2015).

"Kelainan jantung bawaan sederhananya bisa dilihat dengan gejala biru dan tidak biru. Bila bayi berusia lima sampai enam hari menunjukkan tanda biru-biru pada tubuhnya, itu bukan hanya karena kemungkinan paru-paru, tapi juga bisa karena penyakit jantung bawaan (PJK) ini. Biru di kuku jari, mukosa bibir, tidak kuat menyusui, itu tanda umum PJK. PJK yang bisa didiagnosa dengan pemeriksaan ekokardiografi bisa banyak variasinya," tambah ahli bedah jantung anak, Dr dr Dicky Fakhri, SpB, SpBTKV, pada kesempatan yang sama.

Satu dari lima ahli bedah anak di Indonesia, yang sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Bedah Jantung Indonesia, juga menyampaikan bahwa tingginya kasus penyakit jantung bawaan dan angka kematian anak akibat kelainan tersebut tidak hanya karena kemunculan kasus, tetapi karena tenaga dan fasilitas perawatan yang tidak memadai.

"Indonesia hanya memiliki 105 ahli bedah jantung, dengan hanya lima ahli yang menangani bedah jantung anak dan kongenital. Dengan jumlah ahli bedah tersebut, kita harus menindak 1500 kasus per tahun di tiga atau empat rumah sakit di seluruh Indonesia, sehingga antrian bisa harus menunggu sampai satu setengah tahun. Kini di era BPJS, penyakit ini bisa diketahui lebih dini, dokter semakin pintar dan alat semakin canggih. Namun, kita masih berproses dan berjuang untuk mendapatkan SDM yang memadai dan cukup jumlahnya, sarana perawatan yang memadai, dan distribusi pelayanan yang cukup," pesannya.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.