Rabu, 27 Mei 2026

Bayi Lahir Biru, Waspadai Jantung Bawaan

Rabu, 28 Okt 2015 11:20
Dailymail
Bayi lahir biru, waspadai jantung bawaan
BAYI baru lahir bisa mengalami kelainan, bayi kuning misalnya. Penyakit tersebut diketahui sebagai penyakit kuning akibat fungsi hati yang belum bekerja sempurna, dan dianggap normal diderita bayi baru lahir. Pada beberapa kasus, ada juga bayi lahir dengan kondisi biru, yang bisa dikhawatirkan sebagai penyakit jantung bawaan.

Prof dr Ganesja Harimurti SpJP, dokter spesialis jantung anak di Siloam Heart Institute (SHI), memperingatkan bahwa orangtua harus waspada bila bayi baru lahir mereka menunjukkan tanda-tanda biru di bagian tubuhnya. Hal ini tidak hanya merujuk pada masalah pada paru-paru, tetapi juga masalah kelainan jantung yang dibawa sejak pembentukan jantung di dalam kandungan.

"Penyakit jantung bawaan yang ditandai dengan gejala biru biasanya dapat dilihat pada mukosa bibir (lapisan dalam bibir), kuku tangan dan kaki," kata dr Ganesja, dalam presentasinya di acara 'media gathering' berjudul "Siloam Heart Institute Menangani Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Dewasa Secara Komprehensif" di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin.

Ia menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan adalah penyakit yang disebabkan gangguan pada masa pembentukan jantung janin (yang dimulai sekitar usia kandungan 3-4 minggu). Gangguan bisa seperti adanya lubang pada jantung (VSD), kelainan pembuluh darah jantung, tersumbatnya bilik jantung, dan lain-lain. Dari semua penyakit bawaan pada anak baru lahir, penyakit bawaan jantung adalah penyebab kematian paling tinggi, imbuh dr Ganesja.

"Yang perlu diketahui lagi, kenapa biru pasti penyakit janting bawaan (PJB). Itu karena darah bersih bercampur dengan darah kotor, semakin rendah kadar zat asamnya makin biru. Untuk PJB yang muncul dengan gejala biru ini biasanya yang berat," tambahnya.

Adapun PJB yang tidak ditandai dengan gejala biru bisa dideteksi bila anak sering menderita batuk panas, lemes, tidak kuat menyusui, bahkan sampai terhambatnya tumbuh kembang.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.