Rabu, 27 Mei 2026

Fakta Diabetes Gestasional yang Harus Diketahui

Senin, 07 Des 2015 14:35
Medscape
Mengenal diabetes gestasional
BERAT badan yang terlalu naik selama kehamilan secara signifikan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional. Kondisi ketidakseimbangan gula darah yang dipicu kehamilan ini dapat mempengaruhi ibu dan dan juga janin dalam kandungan.

Berikut beberapa fakta yang Anda perlu tahu tentang diabetes jenis ini dan penanganannya, seperti dilansir dari Womenshealth, Senin (7/12/2015).

Kebanyakan bumil tidak menyadari gejalanya

Gejala diabetes gestasional cenderung tidak terdeteksi. Oleh karena itu, ide yang baik bila wanita melakukan perawatan kesehatan sebelum hamil sehingga dokter dapat mengevaluasi risiko. Yang lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes gestasional adalah wanita yang hamil di atas usia 25 tahun, memiliki riwayat keluarga diabetes, kelebihan berat badan.

Biasanya muncul selama trimester ketiga

"Diabetes gestational cenderung muncul di awal trimester ketiga, ketika resistensi insulin terbesar terjadi," kata Danielle Cooper, MD, ob-gyn bersertifikat di Shreveport, Louisiana. "Itulah mengapa tes gula darah kehamilan biasanya dilakukan pada sekitar 28 minggu."

Namun, beberapa pasien mungkin memiliki diabetes pragestasional yang tidak disadari sampai pasien hamil, sehingga beberapa dokter akan menskrining di awal kehamilan jika pasien memiliki faktor risiko tertentu (seperti yang disebutkan di atas).

Wanita berperut besar berisiko tinggi

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa wanita dengan yang memiliki banyak lemak di perut bisa meningkatkan risiko diabetes tipe ini di trimester pertama kehamilan.

Diabetes yang tidak dikontrol bisa membahayakan janin

Jika Anda tidak tahu Anda memiliki diabetes gestasional atau itu tidak bisa mengontrol diabetes Anda, bayi Anda juga akan memiliki glukosa darah yang tinggi. Ini berarti bahwa pankreasnya harus membuat insulin ekstra dan glukosa berlebih dalam darah bayi kemudian akan disimpan sebagai lemak, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti lahir dengan berat lebih besar dari normal, yang dapat membuat kelahiran rumit dan berbahaya. Hal ini juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan glukosa darah rendah (hipoglikemia), masalah pernapasan (respiratory distress syndrome), dan risiko meninggal sebelum atau segera setelah lahir.

Umumnya diabetes ini hilang setelah melahirkan

Kabar baiknya, setelah kelahiran, resistensi insulin akan kembali normal, dan sebagian besar wanita tidak terus menjadi diabetes. Tetapi perhatikan, salah satu hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa wanita dengan diabetes gestasional berisiko tinggi untuk mengembangkan diabetes di kemudian hari.

Pasien harus dites ulang setelah kunjungan postpartum enam minggu untuk menentukan apakah kadar glukosa darah mereka telah kembali normal, dan setelah itu diskrining untuk melihat diabetes setiap tiga sampai lima tahun.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.