Gejala Serangan Jantung Mendadak yang Sering Diabaikan
Rabu, 11 Nov 2015 15:29
Para peneliti merekrut lebih dari 1.800 orang berusia 45 tahun ke atas yang bebas dari penyakit jantung. Sepuluh tahun kemudian, jatung mereka dipindai. Peneliti lalu menemukan bahwa delapan persen dari peserta memiliki tanda jaringan parut di jantung mereka.
Jaringan parut tersebut mayoritas tidak disadari dan tidak ditangani, dan hampir setengah dari mereka tampak memiliki serangan jantung yang khas. Itu berarti mereka mungkin telah mengalami serangan jantung dan bahkan tidak megetahuinya.
"Dalam beberapa kasus, pasien memiliki gejala yang mereka rasakan tidak cukup buruk untuk diperiksakan ke dokter," kata penulis studi David Bluemke, MD, PhD, direktur radiologi dan pencitraan ilmu di Pusat Klinis NIH, seperti dilansir dari Menshealth, Rabu (11/11/2015).
Gejala-gejala yang sering dianggap sepele termasuk nyeri dada ringan, mual, muntah, kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, mulas, sesak napas, atau rasa tidak nyaman di leher atau rahang seperti saat kita kea gangguan pencernaan, kata Dr Bluemke. Gejala "diam" seperti itu kemudian dapat meninggalkan jaringan parut.
Jaringan parut di jantung telah diyakini dapat mengacaukan arus listrik di dalam jantung Anda. Hal itu bisa mengganggu irama jantung abnormal atau aritmia, kata Dr Bluemke. Akibatnya, jatung Anda bisa memompa terlalu cepat dan kurang efisien. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung mendadak.
Untuk mereka yang lebih muda, lebih sehat, kemungkinan gejala tersebut menjadi serangan jantung sangat jarang, kata Dr Bluemke. Namun, monitor gejala ketika Anda tidak merasa 100 persen. Terutama bila Anda berusia lebih dari 40 tahun, ditambah dengan riwayat penyakit yang kuat di keluarga, dan penyakit seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, atau merokok.
Jangan menunggu sampai gejala itu mereda atau berkurang. Bahkan jika Anda tidak memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, ide yang baik untuk tetap menemui dokter untuk cek fisik tahunan juga. Itu karena serangan jantung akibat luka parut di jantung bisa berkembang karea tekanan darah tinggi kronis, diabetes, obesitas, dan merokok.
Bahkan, 70 persen orang dengan penyakit jantung yang belum disadari meninggal karena penyakit jantung mendadak yang benar-benar menunjukkan terbetuknya jaringan parut sebelumnya pada jantung mereka, penelitian sebelumnya menemukan.
Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap
PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja
Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN
KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin
Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di
Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas
Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba
BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes