Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Jangan Asal Teguk! Air Nira Langsung dari Pohon Bisa Jadi Pintu Masuk Virus Maut Nipah

Berita

Jangan Asal Teguk! Air Nira Langsung dari Pohon Bisa Jadi Pintu Masuk Virus Maut Nipah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 02 Feb 2026 10:00
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Di balik tradisi menikmati kesegaran air nira atau aren langsung dari pohonnya, tersimpan risiko kesehatan yang mematikan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat untuk tidak lagi mengonsumsi sadapan nira mentah guna menangkal masuknya Virus Nipah ke Indonesia.

Virus Nipah, yang kini tengah memicu lonjakan kasus di India, merupakan ancaman zoonotik yang dibawa oleh kelelawar buah (Pteropus sp). Masalahnya, air nira yang dibiarkan terbuka di atas pohon pada malam hari menjadi sasaran empuk kontaminasi liur atau kotoran kelelawar yang membawa virus tersebut.

"Sebelum mengonsumsi aren atau nira, sebaiknya dimasak terlebih dahulu hingga mendidih. Kami juga mengimbau warga membuang buah yang menunjukkan tanda-tanda gigitan kelelawar," tegas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, Minggu (1/2/2026).
Indonesia dalam Radar Risiko

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi pada manusia di tanah air, Murti mengingatkan bahwa Indonesia memiliki risiko tinggi secara geografis. Terlebih, riset terbaru telah mendeteksi keberadaan virus ini pada populasi kelelawar buah di beberapa wilayah Indonesia.

Gejala yang ditimbulkan tidak main-main. Virus ini bisa memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berujung pada kematian. Mirisnya lagi, penularan antarmanusia juga sangat mungkin terjadi melalui kontak erat.

"Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan karena intensitas mobilitas kita dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa sangat tinggi," tambahnya.

Menanggapi situasi global, khususnya kasus terbaru yang menjangkiti tenaga kesehatan di West Bengal, India, Kemenkes telah menginstruksikan seluruh Dinas Kesehatan untuk memantau tren penyakit serupa pneumonia dan meningitis secara ketat.

Masyarakat diminta proaktif dalam menjaga kebersihan bahan panganâ€"mencuci, mengupas, dan memasak adalah langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa dari ancaman virus yang belum memiliki vaksin khusus ini.(grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.