Ketahui Masalah Buang Air Kecil Anda
Minggu, 23 Agu 2015 19:16
TOILET adalah salah satu tempat penyebaran penyakit. Sebut saja infeksi saluran kemih (ISK), kandung kemih terlalu aktif (Over Active Bladder), dan pengalaman inkontinensia atau kandung kemih terlalu aktif yang membuat air seni keluar tanpa terkontrol.
Tapi wanita sering malu untuk menyampaikan masalah tersebut kepada dokter, kata Richard Lee, MD, asisten profesor urologi di Weill Cornell Medical College. Rata-rata wanita menunggu enam setengah tahun untuk mendapatkan diagnosis dari masalah mereka.
Itu sebabnya kita akan membahas isu umum yang berkaitan dengan masalah buang air kecil, seperti dilansir dari Womenshealthmag, Minggu (23/8/2015).
Inkontinensia stres
Inkontensia umum dialami wanita yang pernah melahirkan secara vaginal. Bahkan untuk alasan sederhana, 30 persen dari kita bisa bocor saat berolahraga, terutama selama melakukan kegiatan yang memberikan tekanan berulang pada kandung kemih.
Solusi untuk ini adalah melatih kekuatan otot dasar panggul dengan kegel. Tiga puluh kali sehari lakukan latihan pada otot yang dapat menahan air seni, tahan selama 10 detik, kemudian lepaskan. Atau cobalah yoga dan kurangi kafein dan alkohol.
Kandung kemih terlalu aktif
Ketegangan dapat secara tak sadar menyebabkan keluarnya air seni yang tidak dapat ditahan. Bila Anda buang air kecil lebih dari delapan kali sehari, terutama sering buang air kecil saat tidur di malam hari, Anda mungkin memerlukan bantuan untuk meredakan stres.
Infeksi saluran kemih (ISK)
Kuman dapat masuk ke uretra (saluran kandung kemih) dan menyebabkan peradangan. Jika tidak diobati, bakteri dapat naik dan menyebar ke ginjal. Masalah tersebut ditandai dengan rasa sakit di punggung atas, mual, dan demam.
Meskipun ISK menjadi resisten terhadap antibiotik, terapi tersebut tetap menjadi bantuan terbaik. Untuk menangkal ISK, kencing setelah seks untuk membantu membuang mikroba jahat.
Penyakit menular seksual (PMS)
Diperkirakan 2,86 juta kasus klamidia dan 820.000 kasus gonore terjadi setiap tahun. Infeksi dapat menyebar ke rahim, di mana mereka dapat menyebabkan peradangan panggul dan infertilitas. Jika Anda positif mengidap PMS, antibiotik akan membantu membersihkan. Hindari seks sampai dosis obat terakhir, dan untuk menghindari infeksi berulang pasangan
Anda juga harus dites bahkan jika ia terlihat bebas dari tanda-tanda penyakit, karena sebagian besar masalah ini tidak menunjukkan tanda apapun.
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal