Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Waspada, Penderita Kanker Payudara Meningkat di 2030!

Waspada, Penderita Kanker Payudara Meningkat di 2030!

Sabtu, 31 Okt 2015 16:01
Okezone
Saatnya waspada penyakit kanker payudara
PASIEN kanker payudara banyak dialami masyarakat di negara berkembang. Ini yang patut Indonesia waspadai, karena angka penderita kanker terus meningkat di 2030.

Banyak pasien kanker payudara di Indonesia sering terlambat datang ke dokter. Sampai akhirnya, penyakit mematikan itu terdeteksi saat stadium lanjut.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan seminar nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan perempuan.

Seminar yang mengangkat visi 'Menuju Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut Tahun 2030' itu diikuti sekira 400 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari para survivor, duta kanker, relawan, dokter umum, perawat, bidan, hingga masyarakat umum berkumpul di Ballroom Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat.

"Pendaftar terus berdatangan. Tadinya kita menargetkan 350 peserta, ternyata yang datang 400 peserta. Sampai tadi malam pun masih ada yang ingin mendaftar lagi," tutur Ketua YKPI Linda Gumelar saat memberi sambutan di Ballroom Hotel Millenium Sirih, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).

Seminar itu dibagi menjadi tiga sesi yang membahas seputar kanker payudara. Dalam diskusi panel pertama, peserta diajak membahas seputar kebijakan nasional penanganan kanker payudara Indonesia dan peran dokter bedah dalam menekan angka kanker payudara stadium lanjut.

Pada diskusi panel kedua, ada pembahasan seputar masalah medis dan terapi kanker tertunda, dilema terapi herbal dan medis, hingga membahas efektivitas pengobatan kanker payudara tanpa operasi.

Dilanjutkan dengan diskusi panel ketiga membahas seputar penanganan limfedema, hingga testimoni dari beberapa survivor yang aktif di YKPI. Semua sesi diskusi dipandu oleh beberapa dokter bedah ahli kanker, seperti dr Walta Gautama SpBK Onk.

"Satu hal yang diharapkan, kita semua harus haus info breast cancer karena penyakit itu pembunuh nomor satu bagi kaum wanita," imbuh Linda.

Pada kesempatan itu, hadir Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Lily Sulistyowati MM, memberi apresiasi besar terhadap semua rangkaian acara seminar.

"Yayasan ini rasanya belum lama, tapi activity-nya banyak. Kami juga ingin mengembangkan supaya pelatihan ini berjalan dan sudah komprehensif. Walaupun baru berumur 10 bulan bisa ditiru," kata dr Lily.

Diketahui bahwa 12 juta orang di dunia terdeteksi kanker payudara dan hampir tujuh juta meninggal dunia.

"Dikhawatirkan tahun 2030 angkanya berkembang. Peningkatan ini lebih berkembang di negara miskin dan berkembang," tutupnya.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.