Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Demo di DPRD Kota Malang, Mahasiswa: Kami Punya Mosi Tidak Percaya

Nusantara

Demo di DPRD Kota Malang, Mahasiswa: Kami Punya Mosi Tidak Percaya

detik.com
Selasa, 24 Sep 2019 13:36
detik.com
Malang - Perwakilan massa yang demo di depan DPRD Kota Malang telah bertemu dengan pimpinan dewan. Mereka mengaku sudah menyampaikan aspirasi namun tetap memegang mosi tidak percaya.

"Kami punya mosi tidak percaya kepada anggota dewan. Karena mereka dipilih oleh elit-elit oligarkis," ujar Jubir Front Rakyat Melawan Oligarkis, Abdurahman Sofyan kepada wartawan usai bertemu pimpinan DPRD Kota Malang, Selasa (24/9/2019).

"Nah, elit-elit oligarkis inilah yang bukan hanya mempengaruhi wilayah kebijakan. Namun kita beropini, mereka memengaruhi 72 produk undang-undang yang pro investasi asing," tambahnya.


Menurutnya, meski punya mosi tidak percaya kepada dewan, pihaknya perlu bertemu dan menyampaikan tuntutan yang disuarakan. "Minimal mereka bersaksi atas tuntutan yang kami suarakan. Karena sudah tidak percaya kepada mereka," imbuhnya.

Ia menambahkan, sejumlah tuntutan yang disampaikan yakni menolak pendudukan militer di Papua dan berharap penyelesaian konflik dilakukan dengan cara demokratis dan manusiawi.



"Kami juga sampaikan tadi, militer agar menarik diri dari Papua. Dan penyelesaian di Papua dilakukan secara demokratis dan manusiawi," tuturnya.

Ia juga mengatakan, demo yang digelar mahasiswa di Jakarta akan berlangsung sampai 30 September 2019 mendatang. "Target kami di sini untuk menyerukan gerakan mahasiswa di Jakarta, untuk menyatu. Tidak membuat gerakan-gerakan sektoral untuk mendesak Presiden (Joko Widodo) mencabut atau membatalkan RUU KUHP, RUU Pertanahan dan segera mengesahkan RUU P-KS," ucapnya.


Ditanya sampai kapan aksi di Malang akan digelar? Sofyan belum dapat memastikannya. Selain Sofyan, dua perwakilan aliansi mahasiswa yang menggelar aksi juga ikut bertemu dengan pimpinan DPRD.

Usai pertemuan digelar, tiga pimpinan DPRD bersama Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander keluar menemui massa unjuk rasa. Sampai berita ini ditulis, mahasiswa terus menggelar mimbar bebas sebagai media menyuarakan aspirasi mereka.
sumber: detik.com





Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 01 Feb 2026 19:05

    Verifikasi Rumah Bupati Tapteng Berujung Pengeroyokan, Polisi Selidiki Pasal 170 KUHP

    Tapanuli Tengah-Upaya verifikasi informasi mengenai status rumah yang ditempati Bupati Tapanuli Tengah berujung dugaan pengeroyokan terhadap seorang wartawan.Peristiwa tersebut kini dit

  • Minggu, 01 Feb 2026 19:00

    Kadiv Humas Polri: Peran Wartawan Krusial bagi Demokrasi dan Keutuhan NKRI

    Bogor-Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa wartawan memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus keutuhan Negara Kesatuan Repub

  • Rabu, 28 Jan 2026 10:06

    Capaian UHC Lampaui 100 Persen, Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan Kategori Madya

    JAKARTA â€" Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Pengharga

  • Kamis, 22 Jan 2026 18:25

    Pengurus PWI DIY 2025–2030 Dilantik di Hadapan Sri Sultan HB X, Tegaskan Etika Pers di Era Viralitas

    Yogyakarta- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2025â€"2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (22/1/20

  • Senin, 10 Nov 2025 19:15

    Panglima TNI Hadiri Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Ja

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.