Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul

Nusantara

Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul

detik.com
Selasa, 10 Sep 2019 14:30
detik.com
Wonogiri - Saat puncak kemarau, volume Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri menyusut. Hal ini membuat bekas bangunan warga di desa yang dulu ditenggelamkan, kini muncul kembali.

Bekas bangunan yang terlihat muncul misalnya sumur, kamar mandi, pondasi rumah, atau tungku kayu. Sementara infrastruktur yang terlihat lantaran air menyusut adalah bekas jembatan kereta api dan jalur lama penghubung antardesa.
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Desa di dasar Waduk Gajah Mungkur kembali muncul. -- Foto: Aris Arianto/detikcom

Kemunculan bekas bangunan itu tersebar di Kecamatan Nguntoronadi, Baturetno, Wuryantoro, Eromoko, maupun Wonogiri. Kemunculan hanya terjadi saat kemarau mencapai puncaknya.

"Selain masa itu, bekas peninggalan warga yang bertransmigrasi itu akan tenggelam," kata Kabag Humas Pemkab Wonogiri, Haryanto, Selasa (10/9/2019).
Untuk informasi, pembangunan WGM memakan waktu selama lima tahun. Terhitung sejak 1976 hingga 1981.
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Bekas jembatan kereta api yang kembali terlihat. -- Foto: Aris Arianto/detikcom

Luas genangan WGM lebih dari 8.800 hektare. Untuk membentuk genangan seluas itu daerah yang harus ditenggelamkan sekitar 90 kilometer persegi. Terdiri atas 51 desa di 7 buah kecamatan waktu itu.

Sedangkan total penduduk yang sebelumnya menempati desa tersebut adalah 12.525 kepala keluarga (KK) atau 68.778 jiwa. Sebagian besar warga saat itu mengikuti program pemerintah bernama 'bedol desa' untuk bertransmigrasi di di berbagai daerah di Sumatera.
Permukaan Air Susut, Bekas Desa di Dasar Waduk Gajah Mungkur Muncul Bekas bangunan milik warga. -- Foto: Aris Arianto/detikcom

Lokasi tujuan para transmigran diantaranya Sitiung (Sumatera Barat), Jujuhan, Rimbo Bujang dan Alai Ilir, serta Peminang di Jambi. Selanjutnya Air Lais, Sebelar, Katahun, Ipuh (Bengkulu) dan Panggang, Baturaja (Sumatera Selatan).

sumber: detik.com

Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 01 Feb 2026 19:05

    Verifikasi Rumah Bupati Tapteng Berujung Pengeroyokan, Polisi Selidiki Pasal 170 KUHP

    Tapanuli Tengah-Upaya verifikasi informasi mengenai status rumah yang ditempati Bupati Tapanuli Tengah berujung dugaan pengeroyokan terhadap seorang wartawan.Peristiwa tersebut kini dit

  • Minggu, 01 Feb 2026 19:00

    Kadiv Humas Polri: Peran Wartawan Krusial bagi Demokrasi dan Keutuhan NKRI

    Bogor-Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa wartawan memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus keutuhan Negara Kesatuan Repub

  • Rabu, 28 Jan 2026 10:06

    Capaian UHC Lampaui 100 Persen, Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan Kategori Madya

    JAKARTA â€" Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Pengharga

  • Kamis, 22 Jan 2026 18:25

    Pengurus PWI DIY 2025–2030 Dilantik di Hadapan Sri Sultan HB X, Tegaskan Etika Pers di Era Viralitas

    Yogyakarta- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2025â€"2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (22/1/20

  • Senin, 10 Nov 2025 19:15

    Panglima TNI Hadiri Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Ja

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.