Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Ratusan Perantau Asal Pasuruan di Wamena Diminta Bertahan

Nusantara

Ratusan Perantau Asal Pasuruan di Wamena Diminta Bertahan

detik.com
Rabu, 02 Okt 2019 11:30
detik.com

Pasuruan - Dua warga Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan tewas dalam kerusuhan di Wamena, Papua, Senin (23/9). Meski demikian, pemerintah setempat menyarankan ratusan warga lainnya tetap bertahan di Papua.

"Harapan saya, karena itu adalah merantau ya, bekerja. Kalau memang sudah kondusif dan aman, TNI Polri menjamin keamanan ya lebih baik nggak pulang. Pemerintah kan juga berharap kalau bisa jangan pulang. Kan katanya juga mau dikasih modal lagi untuk usaha," kata Camat Nguling, Bunardi, Rabu (2/10/2019).


Menurut Bunardi, jika para perantau asal Nguling kembali belum tentu mendapat pekerjaan di Pasuruan. Sementara untuk merantau ke Papua, mereka sudah mengeluarkan modal yang tak sedikit.

"Menurut saya, kalau itu bisa dijamin keamanannya, dan sekarang warga kami juga sudah dibawa dari Wamena ke Jayapura. Toh kalau pulang pun belum tentu dapat pekerjaan di sini. Terus kalau ingin kembali ke sana toh dia juga butuh modal lagi. Pesan saya lebih baik di sana. Tapi kalau memang harus pulang ya silakan," terang Bunardi.

Menurut catatan pihak kecamatan total warga Nguling yang bekerja di Wamena sebanyak 187 orang. Mereka berasal dari 7 desa. Yakni Desa Kedawang, Desa Mlaten, Desa Sudimulyo, Desa Randuati, Desa Sumberanyar, Desa Watuprapat dan Desa Penunggul.

"Paling banyak di Desa Kedawang, ada 155 orang, termasuk dua yang meninggal dan dua yang sudah pulang. Informasinya, hari ini ada lagi beberapa warga kami yang pulang," pungkas Bunardi.

Menurut catatan pihak kecamatan total warga Nguling yang bekerja di Wamena sebanyak 187 orang. Mereka berasal dari 7 desa. Yakni Desa Kedawang, Desa Mlaten, Desa Sudimulyo, Desa Randuati, Desa Sumberanyar, Desa Watuprapat dan Desa Penunggul.

"Paling banyak di Desa Kedawang, ada 155 orang, termasuk dua yang meninggal dan dua yang sudah pulang. Informasinya, hari ini ada lagi beberapa warga kami yang pulang," pungkas Bunardi.
Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 01 Feb 2026 19:05

    Verifikasi Rumah Bupati Tapteng Berujung Pengeroyokan, Polisi Selidiki Pasal 170 KUHP

    Tapanuli Tengah-Upaya verifikasi informasi mengenai status rumah yang ditempati Bupati Tapanuli Tengah berujung dugaan pengeroyokan terhadap seorang wartawan.Peristiwa tersebut kini dit

  • Minggu, 01 Feb 2026 19:00

    Kadiv Humas Polri: Peran Wartawan Krusial bagi Demokrasi dan Keutuhan NKRI

    Bogor-Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa wartawan memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus keutuhan Negara Kesatuan Repub

  • Rabu, 28 Jan 2026 10:06

    Capaian UHC Lampaui 100 Persen, Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan Kategori Madya

    JAKARTA â€" Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Pengharga

  • Kamis, 22 Jan 2026 18:25

    Pengurus PWI DIY 2025–2030 Dilantik di Hadapan Sri Sultan HB X, Tegaskan Etika Pers di Era Viralitas

    Yogyakarta- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2025â€"2030 resmi dilantik dan dikukuhkan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Kamis (22/1/20

  • Senin, 10 Nov 2025 19:15

    Panglima TNI Hadiri Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Ja

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.