- Home
- Pendidikan
- Ini Sanksi Bagi Sekolah Maupun Siswa yang Berani Curangi SNMPTN
Kampus
Ini Sanksi Bagi Sekolah Maupun Siswa yang Berani Curangi SNMPTN
Sabtu, 27 Jan 2018 11:27
MEDAN - Sekolah lanjutan tingkat atas dan siswa bidik misi yang melakukan kecurangan pada penerimaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2018, akan diberikan sanksi tegas.
Wakil Rektor II Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Restu, MS, mengatakan, sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) atau sederajat yang tidak jujur, tidak akan diikutsertakan dalam SNMPTN pada tahun berikutnya.
Selain itu, menurut dia, siswa yang terbukti berbuat salah, juga dikenakan sanksi dan dibatalkan status kelulusan di SNMPTN. "Kami juga merasa heran, kalau masih ada sekolah yang melakukan perbuatan tidak terpuji mengirimkan data dan nilai untuk siswa SLTA bidik misi yang tidak benar," ujar Restu.
Dia mengatakan, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga sudah percaya terhadap sekolah yang mengusulkan rekam jejak dan prestasi siswa bidik misi itu. Mahasiswa bidik misi itu, merupakan siswa dari SLTA yang memiliki nilai akademik yang cukup bagus, orangnya juga pintar, dan cerdas.
"Namun, siswa SLTA itu, dianggap tidak mampu dari segi finansial untuk melanjutkan studi ke PTN," ucapnya.
Restu mengatakan, sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah SMA/MA, SMK negeri swasta (termasuk SRI di luar negeri) yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NISN), telah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap.
Persyaratan siswa pendaftar di SNMPTN adalah siswa SMA/MA, dan SMK kelas terakhir pada tahun 2018 memiliki prestasi unggul, yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima.
Tata cara mengikuti SNMPTN tersebut, dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengisian PDSS oleh sekolah dan verifikasi oleh siswa, dan pendaftaran SNMPTN oleh siswa. "Biaya pendaftaran dan seleksi SNMPTN tidak dipungut biaya, dan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah," kata Wakil Rektor II Unimed.
Sementara itu, Unimed akan menampung sebanyak 30 persen mahasiswa bidik misi dari kuota 5.500 jumlah mahasiswa yang diterima di SNMPTN Tahun 2018. Sebelumnya, sebanyak 860 mahasiswa dari bidik misi diterima pada SNMPTN 2017 di Unimed. Pada SNMPTN Tahun 2016, Unimed juga menerima 800 mahasiswa bidik misi.
(okezone.com)
Pendidikan
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh