- Home
- Pendidikan
- Musik Lampung Jadi Mata Kuliah Kampus Seni
Kampus
Musik Lampung Jadi Mata Kuliah Kampus Seni
Senin, 10 Agu 2015 11:00
BANDARLAMPUNG-Musik tradisional Lampung dipastikan bakal masuk dalam kurikulum dan menjadi salah satu mata kuliah Musik Daerah Nusantara di kampus perguruan tinggi seni di Indonesia, yaitu Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia Surakarta.
"Sedangkan di ISI Denpasar, mata kuliah Musik Tradisional Lampung baru dijadikan mata kuliah ekstrakurikuler," kata I Wayan Sumerta Dana Arta alias Wayan Moccoh, seniman Lampung asal Bali, di Bandarlampung, Senin (10/8/2015).
Menurut Moccoh, penulis buku "Gamolan Pekhing, Musik Bambu dari Sekala Berak", tekad untuk mewujudkan musik tradisional Lampung menjadi mata kuliah di perguruan tinggi seni di Indonesia akan menjadi kenyataan.
Moccoh yang menemukan laras Gamolan Pekhing dan Cetik Lampung pada tahun 2003 ini yang menamakan pelog 6 nada, yakni 1, 2, 3, 5, 6, 7, (1) oktaf, terus berusaha menyosialisasikan musik ini, baik di daerah maupun di luar Lampung. "Sasaran strategis adalah kalangan akademis dari anak sekolah sampai perguruan tinggi, juga guru dan dosen," ujar Moccoh pula.
Moccoh bersama Syafril "Rajo Cetik" Yamin, A Barden, dan Riki dari kelompok Penggiat Cetik Lampung, juga terus berupaya memasyarakatkan musik tradisional Gamolan Pekhing alias Cetik lewat TVRI, memberikan workshop untuk pelajar, guru-guru kesenian di Lampung dan FKIP Universitas Lampung (Unila).
Sedangkan keluar Lampung, Moccoh mengaku akan terus memperkenalkan Gamolan Pekhing, dengan menggelar workshop ke perguruan-peguruan tinggi seni di Indonesia, antara lain STSI Bandung, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, dan ISI Denpasar.
Selain itu, dia pernah juga mementaskan musik Gamolan Pekhing ke Festival Musik Anak Anak di Gedung Kesenian Jakarta.
Menurut Moccoh yang kini jadi pekerjaan rumahnya adalah mendorong Pemerintah Provinsi Lampung segera merealisasikan bantuan alat musik tradisional Lampung Talo Balak dan Gamolan Pekhing untuk praktik mahasiswa.
Menurut dia, Pembantu Rektor I ISI Yogyakarta Prof Dr I Wayan Dana SST MHum menyatakan bahwa perangkat alat musik tradisional ini sangat diperlukan untuk kebutuhan praktik mahasiswa.
Hal senada juga diungkapkan Dekan Seni Pertunjukan ISI Surakarta, Sigit Astono SKar MHum yang menyatakan, tidak mungkin mahasiswa mempelajari musik hanya teorinya tanpa praktik. "Mudah-mudahan Pemprov Lampung segera merealisasikan bantuan perangkat musik tradisional Lampung Talo Balak dan Gamolan Pekhing ini segera," ujarnya.
"Saya merasa bersyukur dan bangga, akhirnya musik tradisional Lampung bisa bersanding dengan musik daerah lainnya menjadi mata kuliah di perguruan tinggi seni bergengsi. Langkah strategis ini sebagai upaya promosi musik Lampung ke seantero nusantara, bahkan dunia, sekaligus sebagai salah satu media pelestarian," imbuh Moccoh lagi.
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh