Desak Polisi Tuntaskan Konfik Hutan, Puluhan Mahasiswa Rupat Gelar Unjuk Rasa di Jalan Gajah Mada
Selasa, 12 Jan 2016 15:38
Aksi masa yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Rupat ini bertujuan untuk mendesak Dit Reskrimsus Polda Riau agar menyelidiki perusahaan-perusahaan yang 'menjarah' hutan Rupat demi keuntungan pribadi. Ada sembilan tuntutan yang dilayangkan massa pada aksi unjuk rasa siang ini.
"Tangkap pemilik perusahaan PT SRL yang menghancurkan hutan Rupat, cabut izin Hutan Tanam Industri (HTI) PT SRL yang beroperasi di Rupat, dan tangkap anggota Pansus bentukan Pemkab Bengkalis karena mereka diduga menerima uang dari PT SRL," sebut koordinator aksi, Hengki Saputra.
Tuntutan lainnya, meminta agar anggota dewan Bengkalis dipecat, lantaran menjadi pihak yang melindungi PT SRL. Tidak cuma itu saja, pendemo juga meminta agar Kapolda Riau memecat Kapolres Bengkalis yang mereka nilai tidak tegas dalam menangani kasus itu.
"Kami juga meminta agar DPRD Riau untuk dapat menyelesaikan konflik antara PT SRL dan masyarakat Pulau Rupat. Selain itu, tarik juga aparat kepolisian dan preman bayaran pemerintah Bengkalis yang ditempatkan di perusahaan itu," teriak Hengki dengan pengeras suara.
"Kami minta agar polisi menyelamatkan suku Akit, suku asli Rupat dari aksi penggusuran oleh PT SRL, dan selamatkan keragaman hayati hutan Pulau Rupat dari PT SRL," sebutnya sesuai tuntutan.Para demonstran juga membawa berbagai macam spanduk tuntutan lainnya.
Aksi demo itu berlangsung sekitar 20 menit, di bawah teriknya matahari siang. Pendemo mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian, dan pagar gerbang Dit Reskrimsus ditutup untuk mencegah masuknya para demonstran ke dalam. Mereka hanya diberi kesempatan menyampaikan orasi di luar pagar.
Sebelum berorasi di Kantor Dit Reskrimsus, massa sempat melakukan aksi longmarch dari Jalan Cut Nyakdin Pekanbaru menuju Jalan Gajahmada. Menurut Hengki, aksi tersebut sudah kali ketiga dilakukan, dengan tuntutan yang sama. "Nyatanya sampai kini tidak ada kejelasan. Usut masalah ini sampai selesai," singkatnya.(grc)
Peristiwa
Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal
PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan
Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener
Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar
RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti
Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A
Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur
PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak