Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Ada Pungli Terhadap Calon Pelanggan Baru PLN di Simpang Kanan

Diduga Ada Pungli Terhadap Calon Pelanggan Baru PLN di Simpang Kanan

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Senin, 02 Sep 2019 21:38
Internet
Ilustrasi
ROKANHILIR - Kuat dugaan, pihak Vendor rekanan PT PLN (Persero) di Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melakukan pungutan liar (pungli) terhadap calon pelanggan.

Dari keterangan Datuk Penghulu Kota Parit Kecamatan Simpang Kanan, Bahagia Rambe melalui sambungan selulernya pada Ahad (1/9) sore mengatakan bahwa masyarakatnya yang merupakan calon pelanggan baru PLN dikenakan biaya Rp 4,5 juta. 

Dari 4,5 juta tersebut, terang Penghulu, 3,5 juta merupakan biaya yang diberikan untuk vendor dalam hal ini PT Rajawali melalui Koordinator lapangan (Korlap).

Sementara, sisa 1 juta tersebut, Rp 500.000 untuk untuk operasional vendor dan Rp 500.000 lagi diperuntukkan untuk biaya penumbangan pohon untuk pemasangan jaringan listrik yang dilakukan panitia. 

Padahal tarif pasang baru listrik sesuai regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 33 Tahun 2014, biaya sambung daya 450 VA sebesar Rp 421 ribu, 900 VA sebesar Rp 843 ribu, dan 1.300 VA sebesar Rp 1,21 juta dengan tambahan biaya Sertifikat Laik Operasi (SLO). 

Dijelaskan Penghulu lagi, dari total jumlah pelanggan baru yakni 108 digratiskan untuk rumah ibadah sebanyak 4 dan ada 37 pelanggan baru yang belum dipasang Kwh meter. 

Yang menjadi permasalahan menurut penghulu, dari biaya yang Rp 3,5 juta untuk PT Rajawali sudah hampir rampung diserahkan namun 37 rumah warga belum teraliri listrik. 

"Saya sudah bolak balek telpon orang Rajawali, orang Kota Parit kan ada 37 lagi, jadi saya tanyakan kayakmana ini pak, soalnya saya juga ada menggunakan dana pribadi yang saya duluankan untuk masyarakat supaya lekas terealisasi," katanya. 

Dijelaskan Penghulu, oknum Korlap PT Rajawali tersebut diketahui beinisial L dan pihak perusahaan PT Rajawali sendiri diketahui berinsial A, warga Pekanbaru. 

Diduga Korlap PT Rajawali, inisal L warga Bagan Nibung Kecamatan Simpang Kanan yang dihubungi via selulernya belum memberikan keterangan. Dimana pada saat itu, ia mengaku sedang berada di perjalanan tepatnya di wilayah Kepenghuluan Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Medan, Rohil menuju ke arah Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu. 

"Nanti saya hubungi lagi ya bang, ini lagi di jalan," kilahnya terkesan menghindar pertanyaan wartawan, Ahad (1/9) kemarin. 

Dan menurut sumber, oknum Korlap tersebut diduga sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian, namun belum diketahui terkait dugaan Pungli atau kasus lainnya. 

Kapolsek Simpang Kanan Iptu Boy Setiawan S.Ap Msi yang dikonfirmasi via aplikasi Whatsapp pada Ahad (1/9) terkait dugaan laporan warga terhadap carut marutnya pemasangan jaringan listrik di wilayahnya membenarkan bahwa adanya laporan warga, namun dilaporkan ke Sat Reskrim Unit Tipiter Polres Rohil. 

Kanit Tipiter Iptu R Ginting yang dikonfirmasi via Aplikasi Whatsapp Ahad (1/9) membenarkan, namun belum bisa diekspos dan tidak menyebutkan siapa pelapor dan terlapor. 

"Masih dlm penyelidikan kami, masih riksa saksi saksi. Belum (bisa diekspos), masih riksa saksi pelapor saja baru," jawabnya. 

Menejer PLN ULP Bagan Batu Samsurizal yang dikonfirmasi terkait masalah tersebut pada Senin (2/9) mengatakan bahwa beberapa waktu lalu beberapa warga Simpang Kanan mempertanyakan status pendaftaran sambung baru dimasa menejer lama. 

"Dari informasi tersebut, setelah dilakukan cek ricek di sistem, ada yang belum terdaftar di sistem sambung baru," terangnya. 

Dijelaskannya lagi, bahwa untuk pendaftaran pasang baru itu, pihaknya tidak memiliki wewenang atas kerugian warga sebab, dalam hal ini wewenang PLN sebatas menyambungkan arus listrik jika jaringan sudah ada dan memfasilitasi Kwh meter jika sudah masuk daftar tunggu. 

Ia juga menyarankan agar warga yang hendak melakukan pasang baru, bisa langsung mendaftar ke kantor PLN atau mendaftar via website PLN.

"Jika sudah masuk daftar tunggu, nantinya jika sudah ada material (Kwh meter, red), bisa langsung kita pasangkan," sarannya. (ded)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 16:48

    Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal

    PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan

  • Senin, 27 Jul 2026 16:47

    Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener

  • Senin, 27 Jul 2026 16:32

    Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar

    RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti

  • Senin, 27 Jul 2026 16:24

    Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A

  • Senin, 27 Jul 2026 16:21

    Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur

    PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki