Peristiwa
Diduga Tercemar Limbah Air PT.CPI Puluhan Ribu Budidaya Ikan dalam Kerambah Mati di Teluk Mega
Laporan: Jonathan Surbakti
Admin
Senin, 12 Okt 2020 12:25
Usaha warga kelompok budidaya ikan kerambah yang dipelihara di pinggiran aliran sungai Rokan ini terdiri dari jenis Ikan Baung ,Nila ,Ikan Mas , Lele, diduga mendadak mati akibat air sungai Rokan tercemar oleh limbah air PT.Cevron Pasifik Indonesia .
"Kejadian matinya ikan-ikan dalam kolam kerambah pertama kali diketahui sejak bulan Juli, hingga bulan Agustus dan paling banyak mati pada bulan September 2020,
" Awalnya saya melihat banyak ikan yang terapung di dalam kolam kerambah saya ," kata Alang Ijeh selaku ketua Pokdakan Ulak Ajo Jatuh kepada awak media di Tekuk Mega, 12 September 2020
Mengetahui hal itu dirinya segera berupaya menyelamatkan ikan-ikan itu, namun hanya sedikit yang bisa diselamatkan." Ujarnya .
Ia menduga aliran air sungai Rokan yang digunakan untuk budidaya ikan kerambah telah tercemar oleh limbah air PT. Chevron yang di buang ke Sungai Rokan, saat melihat kejadian matinya ikan di kerambah itu , hal ini karena dirinya melihat kondisi di atas air sungai ada minyak mentah kotor yang terapung di atas kerambah miliknya ." Ujarnya sambil memperlihatkan sample air yang di simpannya dalam botol air mineral Aqua .
Diceritakannya setelah kejadian itu dirinya sudah memberitahukan kejadian itu kepada pihak PT. Chevron dan pihak PT.Chevron sudah pernah turun kelokasi untuk melakukan verifikasi dilokasi kerambah , namun sampai berita ini di turunkan dirinya belum ada mendapat keterangan dan informasi dari pihak PT Chevron.
" Anehnya sampai hari ini pak , belum ada jawaban dari pihak PT. Chevron terkait kejadian itu , saya sudah dirugikan " Ujarnya dengan nada sedih
Terhadap kejadian itu , Alang Ijeh mengharapkan Pihak PT Chevron dan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan pihak terkait bisa menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran ini , " Harapnya
" Akibat kejadian ini, saya merasa takut dan was was apabila kejadian ini terulang lagi , saya sebagai Petani Kerambah di Sungai Rokan takut menderita kerugian yang sangat besar karena dari 18 keramba dari beberapa jenis ikan yang saya budidaya bisa mati karena limbah yang saya duga dari air Limbah PT. Chevron yang dibuang ke sungai Rokan tepatnya di hulu lokasi kerambah milik saya ." Ujarnya.
Ditempat terpisah,Communication Corporate Affair PT CPI Yulia Rintawati,ketika dikonfirmasi sebelumnya mengatakan, bahwa permasalahan tersebut masih ditanyakan di team terkaitnya,"Masih ditanyakan di team terkait mas," kata Yulia Rintawati singkat melalui pesan watshapnya(jon)
Editor: 1
Limbah PT CPI Rokan HilirPeristiwa
KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil
Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A
Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil
UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp
Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu
Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan
Kapolsek Panipahan digantikan Subiarto Aprido Tampubolon
Panipahan-Kepolisian Daerah Riau menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan narkotika. Sehingga melalui langkah tegas melakukan pergantian Kapolsek Panipahan. Hal ini ditandai dengan pelaksana
Terkait Kerusuhan Di Panipahan, Anggota DPRD Dapi Rohil Dodi Saputra Minta Polisi Tindak Tegas Narkoba
Rohil - Anggota DPRD Riau dapil Rokan Hilir (Rohil) Dodi Saputra SH, angkat bicara terkait terjadinya kerusuhan di Kecamatan Pasir Limau Kapas Kelurahan Panipahan pada beberapa hari yang lalu."Saya me