Peristiwa
Pengakuan Sopir Truk yang Dipukul-Diancam Ditembak Pria Brimob
Selasa, 30 Jul 2019 13:26
Deden menceritakan saat itu tengah mengantar paralon untuk pengadaan air bersih dari Bekasi ke Desa Cihaur, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Saat menemui persimpangan jalan, ia menepikan truk untuk menanyakan arah jalan menuju alamat penerima barang.
"Saya berhenti lalu meminggirkan kendaraan. Masih ada ruang untuk kendaraan lain melintas, sebagian besar mereka yang mau melewati truk hanya membunyikan klakson," tutur Deden kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (30/7/2019).
Tiba-tiba datang pemotor, inisial AF, sambil marah-marah. Deden saat itu memberitahukan alasannya berhenti. Namun penjelasannya malah disambut bentakan dan pukulan AF.
"Dia bentak-bentak katanya jangan parkir. Saya beri penjelasan kalau kendaraan bukan parkir, tapi hanya berhenti sebentar menanyakan jalan yang harus saya ambil. Dia terus mendekat sambil memarahi dan memukul. Dia juga mengaku sebagai anggota Brimob," ujar Deden.
Keributan tersebut diselesaikan dengan musyawarah di rumah salah satu warga yang dekat tempat kejadian. Kedua pihak sepakat berdamai. Deden meminta maaf kepada AF.
Namun, musyawarah itu sempat dinodai dengan ancaman AF yang akan menembak Deden. AF mengklaim sebagai petugas terlatih. "Dia masih marah-marah. Kata dia, 'kalau urusan ama gua lu gua tembak juga enggak masalah. saya Brimob pasukan tempur'. Saya terus mengalah dan menganggap permasalahan selesai," tutur Deden.
Sehari kemudian, video soal pria berkaus Brimob itu viral di media sosial. Deden mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang merekam kejadian tersebut.
"Saya enggak bawa kondektur. Dikabari teman sesama sopir dari Kalimantan, katanya ada saya di medsos sedang ribut dengan orang. Saya cari (pria berkaus Brimob) dan alamatnya ketemu. Orang itu (AF) kemudian dibawa ke Polsek Bojongpicung sekaligus mengklarifikasi kaitan pengakuannya sebagai anggota," kata Deden.
Di depan polisi, AF mengaku bukan anggota Brimob. AF meminta maaf kepada Deden dan polisi terutama korps Brimob. "Setelah pertemuan di Polsek, saya langsung pulang. Sedangkan oknum warga yang ternyata Brimob gadungan itu masih tetap di kantor polisi untuk mengklarifikasi ucapannya," tutur Deden sambil menambahkan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal
PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan
Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener
Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar
RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti
Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A
Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur
PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak