Sukses Sampaikan Pengaduan ke Presiden
Petani Tanjung Simpang Inhil Terus Berjuang Rebut Hak dari PT THIP dan RSUP
Laporan : Aditya Prahara
Selasa, 22 Sep 2015 14:06
"Saya baru saja kembali dari Jakarta menyampaikan surat pengaduan kepada Presiden Joko Widodo dan lembaga terkait lainnya. Alhamdulillah, saya berhasil menyampaikan pengaduan tersebut," ungkap perwakilan petani Tanjung Simpang, Bolar didampingi kuasa hukumnya, Zainuddin Acang SH, Senin (21/9/15).
Sebagai bukti telah disampaikan pengaduan tersebut kepada Presiden Jokowi, Bolar memperlihatkan bukti tanda terima surat tersebut yang disampaikan tanggal 16 sampai 17 September lalu, masing-masing diparaf dan dicap lembaga terkait, seperti Sekretariat Negara, Mabes Polri, Sekjen DPR RI, KPK, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ATR/ BPN dan Komnas HAM.
"Kami berharap surat pengaduan kami segera direspons, karena sudah lama kami berjuang menuntut hak kami, tapi tidak ditanggapi pihak perusahaan dan Pemkab Inhil. Sampai kapan pun kami akan terus berjuang menuntut hak kami ini," tegasnya.
Lanjutnya, selama ini petani Tanjung Simpang hanya menuntut hak tempat berusaha mereka dikembalikan dan atau diganti-rugi, karena lahan tersebut memiliki bukti kepemilikan dan legalitas yang sah, sebagai milik mereka.
Zainuddin Acang, SH menyampaikan, selain PT THIP, kliennya atas nama Tamring bin Daeng Mapuna juga menyampaikan pengaduan serupa kepada Presiden Jokowi dan lembaga terkait lainnya.
"Pada yang bersamaan, kami juga menyampaikan surat pengaduan kepada Presiden Jokowi dan lembaga terkait lainnya atas nama Tamrin bin Daeng Mapuna yang lahannya diserobot PT RSUP di Kecamatan Teluk Belengkong," sebut advokat yang menggagas berdirinya Persatuan Petani Indragiri Hilir (PETANI) ini.
Diharapkan, pengaduan ini dapat segera direspons, sehingga hak kliennya dapat dikembalikan.(dit)
Peristiwa
Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal
PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan
Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener
Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar
RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti
Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A
Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur
PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak