Peristiwa
Prada Deri Sempat Bercinta 2 Kali Sebelum Mutilasi Fera Oktaria
Kamis, 15 Agu 2019 15:10
Pada sidang pemeriksaan terdakwa, Deri menyebut sempat melakukan hubungan badan sebelum melakukan mutilasi. Deri menyebut hal itu dilakukan sebanyak dua kali.
"Saya saat kabur dari latihan memang ada ketemu sama Sherly (mantan kekasih) tiba-tiba ada chatting masuk dari Fera. Saya ketemuan, bilang mau curhat," tegas Deri saat pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Militer 1-04 Jakabaring Kota Palembang, Kamis (16/8/2019).
Deri kemudian berjanji bertemu dengan Fera di stasiun Kertapati. Keduanya pun bertemu dan sempat jalan-jalan keliling Palembang pada 7 Mei malam.
Anehnya, Deri mengaku tak tahu rumah bibinya bernama Elsa. Ia pun mencoba mencari rumahnya sampai larut malam.
Karena sudah larut malam, Deri kemudian mengajak Fera menginap di Sungai Lilin. Sebuah penginapan di pinggir jalan raya yang menjadi lokasi penemuan mayat.
"Tidak tahu rumahnya, kami makan sahur sama Fera di Betung. Kelewatan sampai malam pangsung ke daerah Sungai Lilin. Karena malam kami cari ya penginapan, rencananya besoknya pagi mau mencari rumah bibi Elsa," kata Deri.
"Setiba di penginapan nyewa kamar dan masuk kamar. Ada 2 kasur terpisah dan kami berhubungan badan, itu suka sama suka," katanya.
"Saya merokok kalau pusing. Saya kan bukan perokok lagi, kalau pusing baru saya merokok dan dipukul Fera karena saya janji nggak merokok," tegas Deri.
Seketika itu, keduanya terlibat keributan di dalam kamar. Deri kemudian meminta maaf kepada Fera dan keduanya kembali berhubungan badan lagi. Selama persidangan, Deri terlihat terus menangis. Bahkan dia tak kuasa ketika oditur menanyakan apakah Prada Deri sayang dengan Fera, termasuk berapa lama berpacaran dengan korban.
Melihat kondisi Prada Deri yang terus menangis, majelis hakim menanyakan apakah Prada Deri masih bisa memberi keterangan.
"Masih sanggup yang mulia, masih bisa dilanjut," kata Deri yang terus menangis.
Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal
PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan
Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener
Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar
RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti
Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A
Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur
PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak