Kamis, 16 Jul 2026

Karyawan Tuduh Google Lakukan Aksi Mata-Mata

Senin, 28 Okt 2019 11:26

Jakarta - Sejumlah karyawan Google dilaporkan tengah menggugat perusahaan tempatnya bekerja. Alasannya, Google disebut telah mengembangkan sebuah sistem internal untuk memata-matai karyawannya.

Aksi mata-mata itu, menurut para karyawan, dilakukan untuk memantau tindakan protes yang mungkin dilakukan karyawan. Dikutip dari Bloomberg, Jumat (25/10/2019), aksi pemantauan itu dilakukan dengan memasang piranti khusus di Chrome yang ada di komputer karyawan.

Para karyawan mengungkap aksi tersebut dengan memo yang dikirimkan ke Bloomberg secara anonim. Adapun cara kerja piranti khusus ini adalah memindai event yang dibuat di aplikasi kalender dan memiliki jumlah undangan antara 10 hingga 100 orang.


 Apabila event itu memenuhi kriteria, piranti ini akan langsung melaporkan pembuat agenda tersebut. Menurut karyawan Google, pemantauan ini merupakan langkah perusahaan untuk mengetahui rencana aksi dari organisasi pekerja.

Menjawab tuduhan tersebut, perwakilan Alphabet sebagai induk Google menyebut piranti tersebut bukan untuk memata-matai karyawan. Piranti itu, menurut Alphabet, hanya notifikasi pengingat apabila ada pembuat jadwal yang langsung memasukkan banyak karyawan.

Menurut Google, hal ini sekaligus mencegah banyak spam di kalender dan acara. Mereka juga memastikan tidak mengumpulkan informasi pribadi, tapi membantu karyawan lebih efisien.

Untuk diketahui, konflik antara Google dan karyawan memang tengah memanas dalam beberapa bulan terakhir. Konflik itu terjadi karena beberapa kasus, seperti penolakan terhadap sejumlah proyek Google, merilis mesin sensor di Tiongkok, hingga pelecehan seksual.

Android 10 Masih Hangat, Google Konfirmasi Android 11

Terlepas dari berita di atas, Google sendiri mengonfirmasi kehadiran Android 11. Berita ini muncul bersamaan dengan pengumuman rencana Google menggelar Android Dev Summit pada akhir Oktober.

Salah satu acaranya berjudul "Preparing Scoped Strorage in Android 11." Demikian dikutip Tech Radar, Selasa (15/10/2019).

Dengan kabar ini, tak dimungkiri bahwa Android 10 bakal punya penerus, yakni Android 11.

Uniknya, Google mengonfirmasi penamaan Android 11 sebelum perilisannya. Pasalnya di masa lalu, perusahaan teknologi Amerika Serikat ini menggunakan kode untuk merujuk software yang akan dirilisnya.

Misalnya, Android 10 dikenal sebagai Android Q, Android 9 dikenal sebagai Android P, dan lain sebagainya. 

Ubah Penamaan Jadi Berbasis Numerik

Ketika Android 10 diperkenalkan, Google berjanji untuk menggunakan penamaan berbasis numerik alih-alih dengan abjad. Tampaknya Google kini benar-benar melakukan penamaan sesuai numerik.

Sekadar informasi, sebelumnya Android 10 dikonfirmasi beberapa minggu sebelum dirilis.

Kini semua orang tahu bahwa Android 11 adalah penerus bagi Android 10, bahkan sebelum sistem operasi ini melenggang di kebanyakan smartphone.

sumber: liputan6.com

Teknologi
Berita Terkait
  • Jumat, 06 Mar 2026 13:26

    TPA Muara Fajar Segera Miliki Pembangkit Listrik Biogas Berkapasitas 3 Megawatt

    PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan terobosan besar dalam menangani krisis sampah dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk menghadirkan teknologi Waste to Energy (WT

  • Senin, 02 Mar 2026 16:41

    Vivo V70 Series Segera Meluncur di Indonesia dalam Dua Model

    JAKARTA â€" vivo Indonesia mengonfirmasi kehadiran vivo V70 Series di Indonesia dalam dua model, yaitu vivo V70 dan vivo V70 FE. Seperti seri V pendahulunya, vivo V70 Series juga akan berfokus pada pe

  • Selasa, 24 Feb 2026 14:41

    Mahasiswa Ciptakan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap, Lebih Ramah Lingkungan

    JAKARTA â€" Mahasiswa Universitas Budi Luhur menciptakan alat pembakaran sampah dengan emisi asap yang lebih rendah, di Desa Sanghiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Inovasi dari Kelompok KKN Maja

  • Selasa, 18 Nov 2025 17:14

    Dukung Operasi yang Andal, PHR Luncurkan 'Power Bank' Raksasa MSU-003 Amankan Listrik Zona Rokan

    ROKAN HILIR-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan terus mencatatkan capaian strategis yang akan memperkuat fondasi operasional kelistrikan di Wilayah Kerja Rokan. Proyek prioritas dari Subholding U

  • Selasa, 14 Okt 2025 17:55

    Pemanggilan 13 Distributor BBM di Riau Belum Dijadwalkan

    PEKANBARU-Dari 19 distributor BBM yang mengantongi Ijin Niaga Umum (INU), 6 di antaranya sudah dipanggil dan dievaluasi oleh DPRD Riau pada 02 Oktober lalu. Sementara 13 distributor lainnya hingga kin

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki