Rabu, 20 Mei 2026
Prabowo Ungkap Biang Kerok Gaji Guru dan ASN Masih Kecil
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Mei 2026 11:50
Jakarta-Presiden Prabowo Subianto menilai kecilnya gaji guru, aparat penegak hukum, hingga ASN salah satunya disebabkan oleh lemahnya kekuatan anggaran negara. Dia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya aliran kekayaan Indonesia ke luar negeri dalam jangka panjang.
Prabowo mengatakan fakta menunjukkan adanya arus keluar masuk uang negara yang telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak era Orde Baru. Dia juga menyinggung periode 1950-an pada masa Presiden Soekarno yang menurutnya turut diwarnai ketidakstabilan akibat intervensi asing dan berbagai pemberontakan.“Kalau kita melihat masa tahun 50-an, masa pemerintahan Bung Karno, sekali lagi saya bukan membela Bung Karno, walaupun memang Bung Karno milik bangsa. Kita tidak bisa memilih tahun 50-an terus disibukkan oleh intervensi asing,” kata Prabowo saat membuka pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dia menilai kondisi tersebut membuat pembangunan ekonomi tidak berjalan optimal. Situasi serupa, lanjutnya, juga terjadi pada awal Orde Baru yang masih diwarnai berbagai persoalan.
Prabowo kemudian menyoroti periode 22 tahun terakhir yang dia sebut sebagai kondisi “inflow-outflow” ekonomi Indonesia. Menurutnya, meski tidak terjadi krisis ekonomi besar, terjadi ketidakseimbangan arus kekayaan negara.
Dia menyebut, berdasarkan data, total keuntungan ekonomi Indonesia dalam 22 tahun mencapai sekitar 436 miliar dolar AS. Namun, sekitar 343 miliar dolar AS mengalir ke luar negeri.
“Ini angka-angka dari PBB,” kata Prabowo.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan hanya sebagian kekayaan yang tertahan di dalam negeri, sehingga berdampak pada terbatasnya kemampuan fiskal negara.
“Itu sebabnya gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat dan sebagainya,” ujarnya.
Alasan Prabowo Paparkan Kondisi Ekonomi
Prabowo mengaku sengaja menghadiri langsung Rapat Paripurna DPR RI untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia dalam RAPBN 2027. Menurutnya, situasi geopolitik dan geoekonomi dunia yang penuh konflik membuat Presiden perlu hadir langsung menjelaskan kondisi negara di hadapan parlemen dan rakyat.
“Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian, untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan APBN 2027,” kata Prabowo.
Prabowo menyoroti kondisi global yang menurutnya tengah dipenuhi ketegangan, konflik, dan ketidakpastian. Dia menyebut perang di sejumlah kawasan dunia turut berdampak terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, meski lokasinya jauh dari Tanah Air.
“Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa dan Timur Tengah, yang walaupun jauh dari kita ternyata memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Prabowo merasa perlu menyampaikan langsung pokok-pokok kebijakan ekonomi dan pengelolaan negara. Dia menegaskan sebagai Presiden yang telah disumpah di hadapan rakyat dan DPR RI, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan arah kebijakan pemerintah secara langsung.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden RI harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” tutur Prabowo.(liputan6).
Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/6864148/prabowo-ungkap-biang-kerok-gaji-guru-dan-asn-masih-kecil
komentar Pembaca