Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Alasan Sopir Penabrak Bocah WNI hingga Tewas di Singapura Dibebaskan

Berita

Alasan Sopir Penabrak Bocah WNI hingga Tewas di Singapura Dibebaskan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 21 Feb 2026 11:20
(IlustrasiNet)
JAKARTA - Alasan sopir penabrak bocah WNI hingga tewas di Singapura dibebaskan. Penabrak WNI di kawasan Chinatown, Singapura, yang menewaskan bocah perempuan berusia 6 tahun, dibebaskan dengan jaminan. Kecelakaan tragis itu terjadi pada 6 Februari saat korban, Sheyna Lashira Smaradiani, bersama orang tua dan adiknya berlibur ke Singapura.

Kecelakaan fatal tersebut terjadi sekitar tengah hari ketika Ashar, Raisha, putri mereka Sheyna Lashira Smaradiani, dan putra mereka yang berusia dua tahun sedang menyeberang jalan di dekat Buddha Tooth Relic Temple, yang terletak di sepanjang South Bridge Road.

Sebuah mobil listrik berwarna gelap, yang dilaporkan keluar dari area parkir di sebelah lokasi dan berbelok ke kanan, menabrak Nyonya Raisha dan Sheyna. Tuan Ashar, yang sedang mendorong kereta bayi berisi putra bungsu mereka, berada sedikit di depan sehingga tidak tertabrak.

Sheyna menderita cedera kepala parah dan dinyatakan meninggal dunia di Singapore General Hospital (SGH) tak lama setelah kecelakaan. Jenazahnya dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan pada 8 Februari di Pemakaman Umum Tanah Kusir.

Pengemudi, seorang perempuan berusia 38 tahun, ditangkap pada hari kejadian karena diduga mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar hingga menyebabkan kematian, kata Singapore Police Force (SPF).

Namun kini pengemudi tersebut dibebaskan dengan jaminan. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura (KBRI) menyatakan mereka memahami bahwa pembebasan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum di Singapura.

Meski demikian, SPF memastikan penyelidikan kasus ini masih berlanjut. Mereka belum menjelaskan sejauh mana proses penanganan perkara tersebut.

Investigasi Masih Berlangsung
Wakil Kepala Perwakilan/Kepala Kanselerai KBRI, Thomas, mengatakan pihak kedutaan merasa “terharu dan berterima kasih” atas empati yang ditunjukkan oleh warga Indonesia di Singapura, serta menggambarkannya sebagai sumber kekuatan bagi keluarga selama masa yang sangat sulit.
“Dukungan seperti ini memperkuat keluarga korban, terutama saat mereka menghadapi hari-hari sulit ini,” katanya.

Thomas menambahkan bahwa kedutaan tetap menjalin kontak erat dengan SPF dan terus meminta informasi terbaru. KBRI juga menyampaikan kepada Channel NewsAsia (CNA) bahwa mereka memahami pembebasan pengemudi tersebut dilakukan sesuai hukum Singapura.

Saat dihubungi CNA pada 16 Februari, SPF menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung dan belum dapat memberikan rincian lebih lanjut. Kedutaan juga telah menyediakan pengacara bagi keluarga korban yang bertindak secara cuma-cuma (pro bono).

“Jadi tidak ada biaya hukum,” ujar Thomas.

Ia menambahkan bahwa kedutaan masih menjajaki berbagai opsi terkait biaya pengobatan dan mendiskusikan solusi yang memungkinkan, meskipun belum ada keputusan akhir yang diambil.
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.