Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Angka Prevalensi Obesitas Tinggi, Risiko Diabetes Meningkat

Berita

Angka Prevalensi Obesitas Tinggi, Risiko Diabetes Meningkat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 21 Feb 2026 10:13
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Pertumbuhan sektor layanan kesehatan berbasis gaya hidup (lifestyle medicine) mendorong meningkatnya minat masyarakat perkotaan terhadap program manajemen berat badan yang terstruktur dan berbasis pendampingan profesional. Pendekatan yang menggabungkan aspek nutrisi, perilaku, serta pemantauan medis kini dipandang sebagai solusi jangka panjang di tengah meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia.

Secara nasional, persoalan berat badan berlebih menjadi tantangan kesehatan publik yang berdampak pada beban ekonomi. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun telah melampaui 23 persen.

Risiko Penyakit Dalam
Kondisi ini berkorelasi erat dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi, yang menurut BPJS Kesehatan menyerap lebih dari 20 persen total pembiayaan klaim layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, mengatakan tantangan dalam pengelolaan berat badan kini tidak lagi semata dipengaruhi faktor internal, tetapi juga faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan arus informasi nutrisi di ruang digital.

“Seiring waktu, tantangan para pejuang diet makin variatif, jadi tidak hanya internal, tetapi juga faktor eksternal, serta faktor-faktor di luar kendali kita, misalnya lingkungan di sekitar dan seberapa dalam pengetahuan serta pemahaman terhadap nutrisi,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian mencatat industri kesehatan dan kebugaran nasional, termasuk layanan diet dan nutrisi, tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit. Nilai ekonomi sektor ini diperkirakan terus meningkat, sejalan dengan tren belanja rumah tangga untuk layanan preventif yang mengalami kenaikan pascapandemi.

Nutrition Program Manager LIGHThouse Clinic, Veronica, menambahkan momentum Ramadan kerap dimanfaatkan peserta untuk membangun pola makan yang lebih terkontrol dan berkelanjutan.

Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.