Selasa, 26 Mei 2026

Duh, Ternyata Tempat Tidur Sarang Jutaan Tungau

Senin, 30 Nov 2015 08:49
Dailymail
Tempat tidur jadi sarang jutaan tungau
SEBUAH video menjijikkan yang dipublikasikan baru-baru ini mengungkapkan bahwa jutaan tungau debu menggeliat di bawah mikroskop. Jutaan makhluk tersebut ditemukan menggeliat dan bertumpuk satu sama lain dan dikelilingi oleh kotoran mereka sendiri.

Peneliti menemukan bahwa setiap tungau debu menghasilkan sekitar 20 kotoran sehari. Saat kamera diperbesar, ratusan tungau debu coklat berkaki banyak nampak di kamera. Klip menyeramkan tersebut difilmkan oleh Ohio State University Acarology Lab.

Tungau debu adalah makhluk kecil, sekitar seperempat per satu milimeter panjangnya. Hewan ini diketahui menyebabkan alergi pada beberapa orang. Mereka hidup dari kulit manusia yang telah dicerna menjadi sarang dan berkembang dalam lingkungan yang lembab, menurut Allergy UK.

Kasur, selimut, bantal, karpet, dan peralatan berbahan lembut yang menjadi tempat sel kulit mati manusia berjatuhan, mendorong tungau debu untuk berkembang biak.

"Orang yang tidur di atas kasur tanpa disadari bisa menderita sindrom karena tungau debu. Sementara, manusia bisa merontokkan setengah ons kulit mati seminggu di tempat tidur," kata Dr Lisa Ackerley, seorang ahli kebersihan rumah.

Tungau debu hidup di lingkungan yang lembab dan hangat, sehingga tempat tidur adalah lingkungan yang sempurna. Mereka bisa bereproduksi hingga sekira sepuluh juta jumlahnya di satu tempat tidur.

"Ketika pemilik kasur pergi, mereka akan menutup jendela sehingga kelembaban menetap dalam ruangan. Ketika tempat tidur Anda dapat memerangkap kelembaban, di sanalah tungau debu akan berpesta," lanjutnya.

Fakta yang mungkin mencengangkan Anda adalah dalam dua tahun, 10 persen dari berat bantal akan terdiri dari tungau debu dan kotoran mereka, tambahnya. Sementara tungau debu sendiri tidak berbahaya, kotoran dan fragmen tubuh mereka dapat memicu reaksi alergi.

Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah, keberadaan mereka dapat menyebabkan eksim dan hay fever. Bahkan, ada perkiraan yang menunjukkan bahwa tungau debu menjadi faktor pemicu asma sampai 80 persen.

"Reaksi alergi dapat menyebabkan rhinitis, batuk, mata kering. Orang dengan alergi lainnya bahkan bisa memiliki kondisi yang lebih buruk. Beberapa orang tanpa disadari bisa sering menderita pilek karena alergi terhadap tungau debu," tutupnya. Seperti yang disitat dari Dailymail, Senin (30/11/2015).

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.