Selasa, 26 Mei 2026

RSUI Lahir Karena Keterbatasan RS di Depok

Sabtu, 14 Nov 2015 15:10
Schoolworld
Rumah sakit Universitas Indonesia di depok
TERBATASNYA jumlah rumah sakit di Kota Depok, membuat dunia akademisi di kampus Universitas Indonesia (UI) membangun RS pendidikan. RSUI yang akan beroperasi tahun depan dibangun dengan konsep patient safety serta menjadi pelaksana program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan menerapkan pola rujukan atau rujuk balik.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr.dr.Ratna Sitompul, SpM (K) mengatakan UI berupaya menyelamatkan seluruh pasien dengan bekerjasama membangun system jejaring (Networking) RS. Apalagi RSUD Depok saat ini masih terbatas dalam pelayanan NICU PICU, membuat RSUI menjadi salah satu pilihan yang efektif.

"RS ini dibangun 300 bed, ditujukan juga untuk pasien BPJS. Tak seluruh BPJS bisa kami tampung di seluruh Depok. Tapi pasien-pasien mana bisa terselamatkan kerjasama dengan kami. RS nasional lain jadi networking kami diantaranya RS Persahabatan, RSCM, RS Pusat Otak Nasional, dan RS Dharmais. Pasien yang tak tertangani, akan dirujuk. Jadi RS kami bukan RS berdiri sendiri, dan tunggal. Tapi networking," jelasnya di Kampus UI Depok, baru-baru ini.

Ratna menegaskan RSUI fokus untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satunya seperti penanganan preeklampsia, dimana Depok harus menjadi contoh nasional. Bidan dan Posyandu di Depok, kata dia, harus menjadi garda terdepan menangani kasus tersebut.

"Enggak boleh ada kematian, fokus turunkan angka kematian ibu dan bayi, pelayanan kesehatan primer. RSUI nanti kerjasama dengan puskesmas seluruh Depok dengan RSUD. Depok misalnya kurang NICU PICU padahal itu penting jika berat badan bayi kurang atau kena infeksi, kami sediakan di RSUI. Kita pelajari dulu. Depok butuh apa untuk dibantu," ungkapnya.

Rektor UI Muhammad Anis mendorong berbagai inovasi teknologi kesehatan dapat dihadirkan di RSUI untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Contoh akhir tahun 1960-an, kerjasama Indonesia dengan Korsel dimana kondisi saat itu perekonomian kedua negara sama, tapi apa yang kita lihat saat ini Korsel jauh lebih maju. Peran dari iptek dan inovasi juga sangat penting di berbagai bidang salah satunya dunia medis," kata Anis.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.