Selasa, 26 Mei 2026

Tumor di Otak Bikin Gadis Ini Cepat Gemuk

Rabu, 18 Nov 2015 15:14
Dailymail
Tumor di otak bikin gemuk
SEORANG mahasiswi mengalami pertambahan berat badan sekira 50 kg dalam dua tahun, sebelum akhirnya mengalami penurunan berat badan drastis. Setelah diperiksa dokter, gadis itu ditemukan mengidap tumor otak yang menyebabkan naik turunnya berat badan.

Lizzie Denison-Ward, yang sekarang berusia 20 tahun, memeriksakan dirinya ke dokter ketika mengalami pertambahan berat badan yang terlalu cepat. Dokter awalnya mengatakan hal itu karena metabolisme tubuhnya melambat dan dia harus mengadopsi diet sehat.

"Awalnya teman saya menganggap saya lebih sehat dengan tubuh yang terlihat lebih gemuk. Saya juga tidak cemas, karena tidak saya juga tidak mengalami perubahan pola makan. Tapi kemudian ibu saya mencemaskan kondisi saya sementara tubuh ini terus mengembang," tuturnya.

Seperti dilansir dari Dailymail , tubuhnya terus bertambah berat, yaitu dari 57kg menjadi 102kg, dalam dua tahun. Meskipun makan hanya 1.000 kalori sehari, ukuran tubuhnya persis seperti ukuran tubuh aslinya yang memakai 10 lapis baju.

Setelah gejala Lizzie diteliti secara online, ia dibayar untuk menjalani pemindaian MRI yang kemudian mengungkapkan adanya tumor di otaknya. Ahli mengatakan, pertumbuhan 4mm pada kelenjar pituitarinya menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga ia mudah gemuk.

Tumor menyebabkan kelenjar untuk menghasilkan banyak hormon stres yang disebut kortisol. Kondisi tersebut dikenal sebagai sindrom Cushing. Yang paling berdampak dari kondisi tersebut adalah berat badan, karena kortisol menyebabkan lemak lebih banyak disimpan di tubuh.

Hal ini juga menyebabkan kulit menipis, stretch mark, kelemahan otot atau tulang, dan penurunan libido. Seperti dalam kasus Denison-Ward, atau sekitar satu dari dari 50.000 orang, kondisi tersebut dapat berkembang karena tumor di salah satu kelenjar tubuh.

Hal ini juga dapat terjadi sebagai efek samping dari pengobatan untuk radang dan kondisi autoimun.

Pengobatan utama adalah untuk berhenti minum obat yang menyebabkan atau untuk mengangkat tumor.

Jika pilihan ini tidak tersedia, obat dapat digunakan untuk melawan efek dari tingginya kadar kortisol. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.